Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Oktober 8, 2009
Rupanya sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Bukan karena tidak ada masalah atau curhat berkenaan dengan kasih & penyertaan Tuhan, tapi karena saya banyak mempertimbangkan apa yang akan saya tulis di sini. Maklum, sedikit banyak materinya sensitif. Namun rasanya saya harus tetap menuliskannya walau pun banyak hal yang tidak bisa saya ceritakan secara detail. Tapi intinya adalah bahwa Tuhan itu selalu menyertai kita senantiasa dan seringkali apa yang kita rencanakan tidak sejalan dengan rencana Tuhan. Dan kita harus sadar bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik.
Oke kita mulai.
Kepemimpinan saya di departemen bukanlah tanpa masalah. Dalam kurun waktu tersebut telah terjadi 2 perkara yang setidaknya sangat mengganggu, tidak hanya pikiran dan tenaga, tapi juga perasaan. Bahkan sangat mempengaruhi kelangsung hidup keluarga.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Agustus 24, 2009
Judul yang sangat iseng tentunya, seiseng apa yang mau daku utarakan di sini. Tapi ini pengalaman pribadi antara daku dengan seorang pengemis wanita di sebuah pertigaan, yang seolah ingin menyampaikan sesuatu untuk dipelajari dalam hidup ini.
Dia adalah seorang ibu yang mencari nafkah dengan cara mengemis. Biasanya dia mangkal di pertigaan itu dengan 2 pengemis wanita yang lain. Ada sesuatu yang membedakan antara dia dengan 2 pengemis yang lain, yaitu semangatnya, dan juga senyum tulusnya.
Diawali dengan berjalan mendekati mobil, menundukkan diri sambil menengadahkan toples kecil (mungkin memang toples) bersih yang telah berisi beberapa keping uang. Sejak pertama kali melihatnya, daku sudah merasakan bedanya dengan pengemis lain. Yaitu karena wajahnya lebih nampak bersinar. Mungkin karena senyumnya yang tulus. Dan ketika kuberikan sekeping uang, dia menyambutnya dengan suka cita sambil dengan bersemangat mengucapkan, “terima kasih, Om.”
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: April 12, 2009
Hatiku terkoyak-koyak dalam ketermenunganku. Rupanya di sana tercecer banyak sekali kekecewaan dan penyesalan. Tak kuasa rasanya aku membersihkan ceceran itu. Betapa banyak dan menyesakkan jiwa. Sesekali membersihkan, tapi kenapa ceceran itu datang dan datang lagi? Seolah tanpa berkesudahan menodai hatiku. Ingin rasanya berontak, tapi kepada siapa?
Dalam Misa Malam Paskah kemudian aku kembali termenung. Bukankah Yesus pun memiliki banyak peristiwa-peristiwa yang membuat-Nya kecewa? Ketika DIA mendapati bait Allah menjadi tempat berdagang; ketika DIA dikhianati oleh murid-Nya sendiri dengan menyerahkan-Nya kepada serdadu Romawi; ketika para murid-Nya melarikan diri saat Yesus ditangkap; ketika murid kesayangan-Nya menyangkal DIA; ketika para murid tidak mengenali-Nya saat kebangkitan-Nya; ketika murid-Nya tidak mempercayai bahwa DIA telah bangkit; dan tentu saja masih banyak lagi peristiwa-peristiwa yang patut membuat-Nya kecewa. Tetapi apakah Yesus kecewa?
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Maret 8, 2009
Kini aku mulai memahami ketika Tuhan tidak menghendaki aku memiliki apartemen. Bermula ketika aku memimpikan dan berdoa untuk dapat memiliki apartemen tahun 2007 lalu. Dan kemudian seolah Tuhan membukakan jalan bagiku untuk memiliki apartemen pada tahun 2008 dengan adanya pinjaman uang muka tanpa bunga dan kemudahan dalam pengurusan apartemen.
Semuanya nampak seperti Tuhan mengabulkan permohonanku. Tetapi kemudian impianku harus terhempas ketika perijinan apartemen mengalami masalah dan akhirnya buyarlah kesempatanku memiliki apartemen. Sempat kecewa juga, tapi aku selalu yakin bahwa Tuhan pasti memiliki rencana yang indah yang jauh melebihi semua rencanaku.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Februari 8, 2009
Beberapa bulan yang lalu (tepatnya November) saya berdoa kepada Tuhan. Saya bertanya, apakah saya harus mencari pekerjaan lain? Tidak lain dan tidak bukan karena saya melihat bahwa perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan. Apalagi ditambah dengan resign-nya seorang pemegang saham dari perusahaan kami. Saya tambah yakin bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan perusahaan, walau pun setiap bulan kami tidak pernah terlambat menerima gaji.
Ya, saya sekali lagi berdoa kepada Tuhan tentang kepastian apakah saya harus tetap tinggal dan berkarya di sini atau pindah kerja. Tetapi jikalau saya harus pindah kerja, saya memohon agar Tuhan membantu saya untuk mencarikan pekerjaan. Jika Tuhan berkenan, sebaiknya ada tawaran pekerjaan yang datang bahkan tanpa saya perlu melamarnya.
Terus terang doa saya agak kurang ajar atau berlebihan. Seolah-olah saya kok seenaknya sendiri meminta kepada Tuhan. Seolah saya mintanya tidak tanggung-tanggung, yaitu jika saya memang harus pindah, maka berikan saya pekerjaan tanpa perlu melamar.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Januari 18, 2009
Saat mengetahui kalau Sisi (istriku) hamil, kami menyambutnya dengan suka cita. Walau pun demikian, kami sama sekali belum tahu akan apa yang terjadi kemudian. Barulah saat kelahirannya, aku menyadari bahwa semuanya telah diatur oleh Tuhan dengan sangat indahnya.
Bermula dari perkiraan dokter yang masih belum menyakinkan. Bahkan dokter memperkirakan sekitar tanggal 6-10 Januari baru si kecil lahir. Tapi Tuhan memutuskan berbeda.
Tepatnya ketika aku berlibur Natal dan Tahun baru di Semarang. Aku pulang tanggal 24/12/2008. Saat itu belum ada tanda-tanda si kecil bakal lahir. Bahkan kami pun berupaya agar si kecil dapat segera lahir, terutama karena inilah momen yang paling tepat, yaitu saat aku ada di Semarang. Aku sendiri sudah memberikan indikasi kepada teman-teman bahwa si kecil bakal lahir antara tanggal 26 sampai 30 Desember.
Dan ternyata benar, si kecil lahir tanggal 30 Desember 2008. Proses kelahirannya normal dan termasuk cepat karena ketuban pecah jam 5:30 dan kemudian si kecil lahir jam 10:15. Padahal dokter memperkirakan si kecil akan lahir 6 jam setelahnya. Kami pun memberinya nama Bianca Angelica.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Januari 8, 2009
Tanggal 30 Desember 2008 kemarin adalah hari yang paling mendebarkan bagi kami. Karena pada hari itu kami menantikan kelahiran puteri kami (anak ke-2) yang telah kami nanti-nantikan sejak lama.
Puji Tuhan karena persalinan berlangsung normal. Baik istri mau pun puteri kami selamat. Kami bahagia karena puteri kecil kami lahir dengan baik dan normal. Dan kami pun memberinya nama Bianca Angelica, yang artinya seperti malaikat putih/suci.
Kedatangan Bianca Angelica ini memang sudah sangat kami nantikan, terutama karena jarak dengan Axel Renantio lebih dari 8 tahun. Dan kehadirannya seolah membawa misi yang berat bagi keluarga, terutama bagi Axel. Rasanya Tuhan sudah mengatur segalanya bagi kami termasuk kehadiran Bianca saat ini. Saya yakin bahwa rencana Tuhan sangatlah indah.
Terima kasih Tuhan.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Desember 9, 2008
Beberapa hari ini saya sangat sewot karena terlalu banyak pekerjaan. Seolah banyak sekali tugas yang ditumpukan ke pundak saya tanpa ada yang bisa membantu. Dan beban pekerjaan ini sangat menguras tidak hanya tenaga, waktu dan pikiran, tapi juga emosi saya.
Hari ini saya terpaksa memberikan workshop yang tadinya bukan saya pembicaranya. Saya hanya punya waktu semalam untuk mempersiapkan segalanya, dari materi presentasi sampai manual book. Padahal saya harus menyelesaikan beberapa request dari klien-klien kami yang lain yang jumlahnya seolah tidak pernah habis.
Akhirnya kemarin malam saya menutup hari dengan pasrah dan berdoa kepada Tuhan untuk memohon bantuan-NYA. Demikian juga pagi hari tadi. Saya mohon agar dapat diberikan kesabaran dan ketabahan, dan terutama kerendahan hati dan pikiran yang terang dalam memberikan workshop.
Berkat doa dan juga doa-doa sahabat, akhirnya saya dapat melalui hari ini dengan sangat baik. Malah amat-sangat baik. Saya begitu bersyukur kepada Tuhan karena hari ini semua pekerjaan dapat saya selesaikan dengan baik.
Dan saya sangat bersyukur hari ini ketika malamnya, saat saya sedang kelaparan dan saya terlalu pusing untuk keluar mencari makan, tiba-tiba ada kiriman makanan Jepang kesukaan saya. Benar-benar luar biasa. Saya merasa bahwa Tuhan telah begitu besar memperhatikan saya, sampai ke makan malam saya. Dan Tuhan benar-benar mengenal kesukaan saya. Tidak tanggung-tanggung, makanan Jepang kesukaan saya yang mungkin tidak akan saya beli sendiri karena selain jauh belinya, juga dalam rangka penghematan.
Duh, benar-benar penghiburan bagi saya malam ini. Saya menyadari bahwa saya memang harus lebih sabar dan tekun dalam menghadapi segalanya. Dan saya tahu bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya, bahkan Tuhan kerap kali memberikan saya penghiburan.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: November 18, 2008
Hari ini saya mendapat kabar yang sebenarnya cukup menyedihkan buat saya, yaitu bahwa apartemen yang saya idamkan sejak setahun ini ternyata mengalami kendala di perijinan dan memiliki resiko yang tinggi jika diteruskan. Kalau pun jadi dibangun April tahun depan, harganya bakal jauh berbeda dengan harga awalnya.
Kalau berkilas balik, awal tahun ini saya mulai dengan rasa optimis. Setelah mendapatkan promosi, saya pun mengidamkan sebuah apartemen. Saya memintanya kepada Tuhan. Dan Tuhan pun memberikan petunjuk yang bagi saya sangat luar biasa. Mulai dari apartemen mana yang bisa saya beli sampai kepada fasilitas pinjaman uang muka dengan cicilan ringan tanpa bunga. Bagi saya ini adalah hal yang sangat luar biasa karena semuanya bekerja dengan baik.
Tetapi ketika semuanya sudah diurus dan tinggal menunggu akad kredit tahun depan, rupanya hari ini berita sedih itu tiba. Saya yang hari ini sedang mengalami bad mood terpaksa harus tambah sedih mendengar berita ini.
Tetapi seperti kakak saya bilang, Tuhan pasti mempunyai jalan yang terbaik bagi kita. Bisa saja Tuhan akan memberikan yang lebih baik bagi kita. Dan saya percaya itu. Saya pernah mengalami hal-hal yang sangat buruk dan hanya Tuhanlah yang mampu menjadikannya sangat indah. Saya sangat percaya itu sampai sekarang.
Jadi walau pun ada sedikit rasa sedih dan kecewa, tetapi saya tahu bahwa saya tidak perlu merasakan sedih dan kecewa karena rencana Tuhanlah yang terindah, bukan rencana pribadi saya. Rencana Tuhan sangat indah dan seringkali tidak terpikirkan oleh saya saat ini. Dan itu semua cukup dan tepat bagi saya.
Lalu saya pun kembali berpikir dengan mengikis impian saya, ternyata di depan sana telah menunggu banyak hal yang membutuhkan seluruh sumber daya saya, yaitu kelahiran anak kedua saya. Saya rasa inilah yang paling tepat mendapatkan perhatian penuh, bukan sebuah apartemen.
Terima kasih Tuhan.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Oktober 11, 2008
Bulan ini adalah bulan ke-6 kehamilan istriku. Tidak terasa putera sulungku telah berusia 8 tahun, dengan demikian jarak putera pertama dan keduaku nantinya adalah 8.5 tahun.
Saat ini kami sedang sangat membutuhkan 2 mujizat dari Tuhan. Yang pertama adalah bagi bakal putera kedua kami, yaitu agar dapat lahir dan tumbuh normal sehingga dapat menjadi berkat bagi keluarga dan bagi seluruh dunia. Kami benar-benar khawatir karena menurut literatur medis, jika sebuah keluarga memiliki anak autis, maka persentase autisme anak berikutnya menjadi lebih tinggi.
Mujizat kedua adalah bagi kesembuhan putera pertama kami yang autis. Literatur medis menyatakan bahwa autisme tidak dapat disembuhkan tetapi dapat diperbaiki. Belum ada pengalaman medis yang menyatakan bahwa penderita autis dapat sembuh 100% menjadi selayaknya anak normal. Tetapi tidak pernah ada kata mustahil bagi Tuhan. Kami benar-benar berharap dan selalu berdoa agar Tuhan dapat mencurahkan mujizat-Nya bagi keluarga kami ini.
Mohon dukungan dalam doa. Terima kasih.