Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Februari 5, 2010
Sebelumnya kami tidak pernah mengalami kebanjiran walau pun lingkungan sekitar terendam. Namun kali ini kami mengalaminya di rumah Graha Wahid Semarang. Dan baru kali itu juga daerah tersebut kebanjiran. Penyebabnya adalah tanggul sungai yang jebol. Maklum, saat itu hujan turun sangat deras seharian.
Syukurlah Sisi dan anak-anak tidak kenapa-kenapa. Dan mereka kemudian dijemput papa & mama untuk kemudian mengungsi ke Sinar Surya.
Tentu saja banyak perabotan yang rusak karena banjir dan lumpur. Setelah rumah dibersihkan, benda-benda dan perabotan yang rusak perlu segera diganti supaya bisa kembali ditinggali. Dan tentu saja untuk recovery ini butuh biaya yang cukup besar.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Februari 1, 2010
Bulan Januari ini mungkin adalah bulan yang paling ditunggu oleh para karyawan seperusahaan kami. Soalnya pada akhir bulan Januari ini kami memperoleh kenaikan gaji. Dan besaran kenaikan gaji ini sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan di tahun sebelumnya.
Suatu saat saya berbincang dengan salah seorang karyawan yang merasa tidak puas dengan besaran kenaikan gajinya. Dia curhat bahwa sebenarnya dia sudah berusaha sebaik mungkin dalam bekerja. Namun kemudian dia kecewa karena ternyata kenaikan gajinya hanya 11%. Sedangkan dia merasa bahwa selama ini dia bekerja dengan sepenuh hati, tenaga dan waktu. Dia juga bercerita bahwa karyawan di divisi lain yang kerjanya tidak terlalu berat tapi kenaikannya ada yang 15% sampai 20%.
Saya sendiri tidak dapat berkata-kata. Karena saya pun mengalami hal yang sama. Bahkan saya lebih sedikit persentase kenaikannya dibanding dia.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Oktober 8, 2009
Rupanya sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Bukan karena tidak ada masalah atau curhat berkenaan dengan kasih & penyertaan Tuhan, tapi karena saya banyak mempertimbangkan apa yang akan saya tulis di sini. Maklum, sedikit banyak materinya sensitif. Namun rasanya saya harus tetap menuliskannya walau pun banyak hal yang tidak bisa saya ceritakan secara detail. Tapi intinya adalah bahwa Tuhan itu selalu menyertai kita senantiasa dan seringkali apa yang kita rencanakan tidak sejalan dengan rencana Tuhan. Dan kita harus sadar bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik.
Oke kita mulai.
Kepemimpinan saya di departemen bukanlah tanpa masalah. Dalam kurun waktu tersebut telah terjadi 2 perkara yang setidaknya sangat mengganggu, tidak hanya pikiran dan tenaga, tapi juga perasaan. Bahkan sangat mempengaruhi kelangsung hidup keluarga.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Agustus 24, 2009
Judul yang sangat iseng tentunya, seiseng apa yang mau daku utarakan di sini. Tapi ini pengalaman pribadi antara daku dengan seorang pengemis wanita di sebuah pertigaan, yang seolah ingin menyampaikan sesuatu untuk dipelajari dalam hidup ini.
Dia adalah seorang ibu yang mencari nafkah dengan cara mengemis. Biasanya dia mangkal di pertigaan itu dengan 2 pengemis wanita yang lain. Ada sesuatu yang membedakan antara dia dengan 2 pengemis yang lain, yaitu semangatnya, dan juga senyum tulusnya.
Diawali dengan berjalan mendekati mobil, menundukkan diri sambil menengadahkan toples kecil (mungkin memang toples) bersih yang telah berisi beberapa keping uang. Sejak pertama kali melihatnya, daku sudah merasakan bedanya dengan pengemis lain. Yaitu karena wajahnya lebih nampak bersinar. Mungkin karena senyumnya yang tulus. Dan ketika kuberikan sekeping uang, dia menyambutnya dengan suka cita sambil dengan bersemangat mengucapkan, “terima kasih, Om.”
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: April 12, 2009
Hatiku terkoyak-koyak dalam ketermenunganku. Rupanya di sana tercecer banyak sekali kekecewaan dan penyesalan. Tak kuasa rasanya aku membersihkan ceceran itu. Betapa banyak dan menyesakkan jiwa. Sesekali membersihkan, tapi kenapa ceceran itu datang dan datang lagi? Seolah tanpa berkesudahan menodai hatiku. Ingin rasanya berontak, tapi kepada siapa?
Dalam Misa Malam Paskah kemudian aku kembali termenung. Bukankah Yesus pun memiliki banyak peristiwa-peristiwa yang membuat-Nya kecewa? Ketika DIA mendapati bait Allah menjadi tempat berdagang; ketika DIA dikhianati oleh murid-Nya sendiri dengan menyerahkan-Nya kepada serdadu Romawi; ketika para murid-Nya melarikan diri saat Yesus ditangkap; ketika murid kesayangan-Nya menyangkal DIA; ketika para murid tidak mengenali-Nya saat kebangkitan-Nya; ketika murid-Nya tidak mempercayai bahwa DIA telah bangkit; dan tentu saja masih banyak lagi peristiwa-peristiwa yang patut membuat-Nya kecewa. Tetapi apakah Yesus kecewa?
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Maret 8, 2009
Kini aku mulai memahami ketika Tuhan tidak menghendaki aku memiliki apartemen. Bermula ketika aku memimpikan dan berdoa untuk dapat memiliki apartemen tahun 2007 lalu. Dan kemudian seolah Tuhan membukakan jalan bagiku untuk memiliki apartemen pada tahun 2008 dengan adanya pinjaman uang muka tanpa bunga dan kemudahan dalam pengurusan apartemen.
Semuanya nampak seperti Tuhan mengabulkan permohonanku. Tetapi kemudian impianku harus terhempas ketika perijinan apartemen mengalami masalah dan akhirnya buyarlah kesempatanku memiliki apartemen. Sempat kecewa juga, tapi aku selalu yakin bahwa Tuhan pasti memiliki rencana yang indah yang jauh melebihi semua rencanaku.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Februari 8, 2009
Beberapa bulan yang lalu (tepatnya November) saya berdoa kepada Tuhan. Saya bertanya, apakah saya harus mencari pekerjaan lain? Tidak lain dan tidak bukan karena saya melihat bahwa perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan. Apalagi ditambah dengan resign-nya seorang pemegang saham dari perusahaan kami. Saya tambah yakin bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan perusahaan, walau pun setiap bulan kami tidak pernah terlambat menerima gaji.
Ya, saya sekali lagi berdoa kepada Tuhan tentang kepastian apakah saya harus tetap tinggal dan berkarya di sini atau pindah kerja. Tetapi jikalau saya harus pindah kerja, saya memohon agar Tuhan membantu saya untuk mencarikan pekerjaan. Jika Tuhan berkenan, sebaiknya ada tawaran pekerjaan yang datang bahkan tanpa saya perlu melamarnya.
Terus terang doa saya agak kurang ajar atau berlebihan. Seolah-olah saya kok seenaknya sendiri meminta kepada Tuhan. Seolah saya mintanya tidak tanggung-tanggung, yaitu jika saya memang harus pindah, maka berikan saya pekerjaan tanpa perlu melamar.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Januari 18, 2009
Saat mengetahui kalau Sisi (istriku) hamil, kami menyambutnya dengan suka cita. Walau pun demikian, kami sama sekali belum tahu akan apa yang terjadi kemudian. Barulah saat kelahirannya, aku menyadari bahwa semuanya telah diatur oleh Tuhan dengan sangat indahnya.
Bermula dari perkiraan dokter yang masih belum menyakinkan. Bahkan dokter memperkirakan sekitar tanggal 6-10 Januari baru si kecil lahir. Tapi Tuhan memutuskan berbeda.
Tepatnya ketika aku berlibur Natal dan Tahun baru di Semarang. Aku pulang tanggal 24/12/2008. Saat itu belum ada tanda-tanda si kecil bakal lahir. Bahkan kami pun berupaya agar si kecil dapat segera lahir, terutama karena inilah momen yang paling tepat, yaitu saat aku ada di Semarang. Aku sendiri sudah memberikan indikasi kepada teman-teman bahwa si kecil bakal lahir antara tanggal 26 sampai 30 Desember.
Dan ternyata benar, si kecil lahir tanggal 30 Desember 2008. Proses kelahirannya normal dan termasuk cepat karena ketuban pecah jam 5:30 dan kemudian si kecil lahir jam 10:15. Padahal dokter memperkirakan si kecil akan lahir 6 jam setelahnya. Kami pun memberinya nama Bianca Angelica.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Januari 8, 2009
Tanggal 30 Desember 2008 kemarin adalah hari yang paling mendebarkan bagi kami. Karena pada hari itu kami menantikan kelahiran puteri kami (anak ke-2) yang telah kami nanti-nantikan sejak lama.
Puji Tuhan karena persalinan berlangsung normal. Baik istri mau pun puteri kami selamat. Kami bahagia karena puteri kecil kami lahir dengan baik dan normal. Dan kami pun memberinya nama Bianca Angelica, yang artinya seperti malaikat putih/suci.
Kedatangan Bianca Angelica ini memang sudah sangat kami nantikan, terutama karena jarak dengan Axel Renantio lebih dari 8 tahun. Dan kehadirannya seolah membawa misi yang berat bagi keluarga, terutama bagi Axel. Rasanya Tuhan sudah mengatur segalanya bagi kami termasuk kehadiran Bianca saat ini. Saya yakin bahwa rencana Tuhan sangatlah indah.
Terima kasih Tuhan.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Desember 9, 2008
Beberapa hari ini saya sangat sewot karena terlalu banyak pekerjaan. Seolah banyak sekali tugas yang ditumpukan ke pundak saya tanpa ada yang bisa membantu. Dan beban pekerjaan ini sangat menguras tidak hanya tenaga, waktu dan pikiran, tapi juga emosi saya.
Hari ini saya terpaksa memberikan workshop yang tadinya bukan saya pembicaranya. Saya hanya punya waktu semalam untuk mempersiapkan segalanya, dari materi presentasi sampai manual book. Padahal saya harus menyelesaikan beberapa request dari klien-klien kami yang lain yang jumlahnya seolah tidak pernah habis.
Akhirnya kemarin malam saya menutup hari dengan pasrah dan berdoa kepada Tuhan untuk memohon bantuan-NYA. Demikian juga pagi hari tadi. Saya mohon agar dapat diberikan kesabaran dan ketabahan, dan terutama kerendahan hati dan pikiran yang terang dalam memberikan workshop.
Berkat doa dan juga doa-doa sahabat, akhirnya saya dapat melalui hari ini dengan sangat baik. Malah amat-sangat baik. Saya begitu bersyukur kepada Tuhan karena hari ini semua pekerjaan dapat saya selesaikan dengan baik.
Dan saya sangat bersyukur hari ini ketika malamnya, saat saya sedang kelaparan dan saya terlalu pusing untuk keluar mencari makan, tiba-tiba ada kiriman makanan Jepang kesukaan saya. Benar-benar luar biasa. Saya merasa bahwa Tuhan telah begitu besar memperhatikan saya, sampai ke makan malam saya. Dan Tuhan benar-benar mengenal kesukaan saya. Tidak tanggung-tanggung, makanan Jepang kesukaan saya yang mungkin tidak akan saya beli sendiri karena selain jauh belinya, juga dalam rangka penghematan.
Duh, benar-benar penghiburan bagi saya malam ini. Saya menyadari bahwa saya memang harus lebih sabar dan tekun dalam menghadapi segalanya. Dan saya tahu bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya, bahkan Tuhan kerap kali memberikan saya penghiburan.