2010 in review

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

A helper monkey made this abstract painting, inspired by your stats.

The average container ship can carry about 4,500 containers. This blog was viewed about 14,000 times in 2010. If each view were a shipping container, your blog would have filled about 3 fully loaded ships.

In 2010, there were 4 new posts, growing the total archive of this blog to 47 posts.

The busiest day of the year was February 8th with 636 views. The most popular post that day was Kesaksian Dari Kerusuhan Mei 1998.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were mail.yahoo.com, facebook.com, agamaku.wordpress.com, google.co.id, and dewo.wordpress.com.

Some visitors came searching, mostly for kerusuhan mei 1998, berkat, mei 1998, luka batin, and garam dan terang dunia.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Kesaksian Dari Kerusuhan Mei 1998 November 2006

2

Penyembuhan Luka Batin September 2006
50 comments

3

Menjadi Garam & Terang Dunia September 2007
15 comments

4

Setia Pada Perkara Kecil January 2008
6 comments

5

Menerima Berkat Allah Yang Melimpah September 2006
7 comments

Mobil Baru

Saya memang ingin punya mobil baru. Namun apa daya uang saya terbatas. Dan saya berpikir bahwa lebih baik tidak menggunakan leasing walau pun untuk leasing gaji saya cukup untuk membayar cicilannya. Dari pada untuk mencicil bukankah lebih baik ditabung atau untuk keperluan lain? Demikian dasar pemikiran saya.

Dan ternyata pemikiran saya tidaklah tepat. Terhitung sudah beberapa kali saya membeli mobil dan kemudian menjualnya lagi. Bayangkan, dalam 1 tahun saya sudah berganti mobil 3 kali. Gara-garanya adalah mobil tersebut malah memboroskan uang saja karena sering masuk-keluar bengkel. Dan ketika dijual, harga jualnya sangat anjlok. Mungkin karena saya tidak pandai menjual. Atau karena waktu membeli dulu kemahalan?

Keluarga pun turut prihatin dan menyarankan agar saya membeli mobil baru saja. Toh gaji saya cukup untuk mencicil. Sejatinya opsi leasing ini saya hindari karena KTP saya telah berakhir tahun kemarin. Dan saya tidak bisa memperpanjangnya karena domisili saya tidaklah tetap. Terhitung 3x saya pindah dari domisili yg tertera di KTP. Dari kos, kontrak apartemen, kemudian kontrak rumah. Tanpa KTP & KK, bagaimana bisa memenuhi persyaratan untuk leasing?

Saya pun menyerah dan menanggalkan segala ide-ide yang bertebaran di kepala tentang upaya saya untuk memiliki mobil. Saya pun berdoa kepada Tuhan. Saya berkeluh kesah bahwa apa yang telah saya lakukan selama ini tidak berhasil, malahan mendatangkan kerugian yang sangat besar. Jikalau Tuhan berkenan, maka tolong saya agar bisa menjual mobil dan memberi jalan terbaik supaya saya bisa mengambil leasing untuk mobil baru.

Baca lebih lanjut

Selamat Memasuki Masa Prapaskah 2010

Ketika saya memutuskan meninggalkan blog Agamaku Kesaksianku yang sudah saya kelola beberapa tahun, itu karena saya berpendapat bahwa saya perlu menunjukkan keimanan saya kepada Tuhan dalam bentuk nyata. Dan saya pun berusaha untuk melakukannya. Bukankah iman tanpa perbuatan sama saja kosong? (Yakobus 2:20 & 26)

Namun melakukan banyak hal dan bekerja berdasarkan keimanan sangatlah sulit. Dimana seringkali bekerja dalam kehidupan ini lebih mementingkan urusan keduniawian dari pada kerohanian. Saya sendiri menjumpai banyak kontradiksi antara tuntutan pekerjaan dengan ajaran Yesus Kristus.

Baca lebih lanjut

Di Balik Musibah

Sebelumnya kami tidak pernah mengalami kebanjiran walau pun lingkungan sekitar terendam. Namun kali ini kami mengalaminya di rumah Graha Wahid Semarang. Dan baru kali itu juga daerah tersebut kebanjiran. Penyebabnya adalah tanggul sungai yang jebol. Maklum, saat itu hujan turun sangat deras seharian.

Syukurlah Sisi dan anak-anak tidak kenapa-kenapa. Dan mereka kemudian dijemput papa & mama untuk kemudian mengungsi ke Sinar Surya.

Tentu saja banyak perabotan yang rusak karena banjir dan lumpur. Setelah rumah dibersihkan, benda-benda dan perabotan yang rusak perlu segera diganti supaya bisa kembali ditinggali. Dan tentu saja untuk recovery ini butuh biaya yang cukup besar.

Baca lebih lanjut

Kecilnya Kenaikan Gaji

Bulan Januari ini mungkin adalah bulan yang paling ditunggu oleh para karyawan seperusahaan kami. Soalnya pada akhir bulan Januari ini kami memperoleh kenaikan gaji. Dan besaran kenaikan gaji ini sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan di tahun sebelumnya.

Suatu saat saya berbincang dengan salah seorang karyawan yang merasa tidak puas dengan besaran kenaikan gajinya. Dia curhat bahwa sebenarnya dia sudah berusaha sebaik mungkin dalam bekerja. Namun kemudian dia kecewa karena ternyata kenaikan gajinya hanya 11%. Sedangkan dia merasa bahwa selama ini dia bekerja dengan sepenuh hati, tenaga dan waktu. Dia juga bercerita bahwa karyawan di divisi lain yang kerjanya tidak terlalu berat tapi kenaikannya ada yang 15% sampai 20%.

Saya sendiri tidak dapat berkata-kata. Karena saya pun mengalami hal yang sama. Bahkan saya lebih sedikit persentase kenaikannya dibanding dia.

Baca lebih lanjut

Perkara-perkara Yang Harus Dihadapi

Rupanya sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Bukan karena tidak ada masalah atau curhat berkenaan dengan kasih & penyertaan Tuhan, tapi karena saya banyak mempertimbangkan apa yang akan saya tulis di sini. Maklum, sedikit banyak materinya sensitif. Namun rasanya saya harus tetap menuliskannya walau pun banyak hal yang tidak bisa saya ceritakan secara detail. Tapi intinya adalah bahwa Tuhan itu selalu menyertai kita senantiasa dan seringkali apa yang kita rencanakan tidak sejalan dengan rencana Tuhan. Dan kita harus sadar bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik.

Oke kita mulai.

Kepemimpinan saya di departemen bukanlah tanpa masalah. Dalam kurun waktu tersebut telah terjadi 2 perkara yang setidaknya sangat mengganggu, tidak hanya pikiran dan tenaga, tapi juga perasaan. Bahkan sangat mempengaruhi kelangsung hidup keluarga.

Baca lebih lanjut

Cara Mengemis Yang Baik

Judul yang sangat iseng tentunya, seiseng apa yang mau daku utarakan di sini. Tapi ini pengalaman pribadi antara daku dengan seorang pengemis wanita di sebuah pertigaan, yang seolah ingin menyampaikan sesuatu untuk dipelajari dalam hidup ini.

Dia adalah seorang ibu yang mencari nafkah dengan cara mengemis. Biasanya dia mangkal di pertigaan itu dengan 2 pengemis wanita yang lain. Ada sesuatu yang membedakan antara dia dengan 2 pengemis yang lain, yaitu semangatnya, dan juga senyum tulusnya.

Diawali dengan berjalan mendekati mobil, menundukkan diri sambil menengadahkan toples kecil (mungkin memang toples) bersih yang telah berisi beberapa keping uang. Sejak pertama kali melihatnya, daku sudah merasakan bedanya dengan pengemis lain. Yaitu karena wajahnya lebih nampak bersinar. Mungkin karena senyumnya yang tulus. Dan ketika kuberikan sekeping uang, dia menyambutnya dengan suka cita sambil dengan bersemangat mengucapkan, “terima kasih, Om.”

Baca lebih lanjut