Memilih Sikap Ketika Menghadapi Kesukaran

Pernahkan Anda mengalami kesukaran, penderitaan atau kesedihan? Apapun bentuknya, pernahkah Anda mengalami masa-masa keterpurukan? Saya yakin Anda pernah mengalaminya. Entah itu kesukaran karena masalah keuangan atau tekanan pekerjaan, entah itu penderitaan karena sakit, atau kesedihan karena putus cinta, ditinggal pergi atau meninggal orang yang dicintai, dan masih banyak lagi. Lalu bagaimana Anda menghadapinya?

Kita harus menyadari bahwa hidup ini jauh lebih penting dari pada semua masalah yang kita hadapi, di atas segala kesukaran, penderitaan dan kesedihan yang kita alami. Kita juga harus menyadari bahwa segalanya itu harus terjadi dan justru menjadikan hidup kita lebih indah. Semua kesukaran, penderitaan dan kesedihan itu adalah bumbu bagi hidup kita. Hidup kita akan lebih lezat dan bermakna jika telah dibumbui kesukaran, penderitaan dan kesedihan.

Cobaan-cobaan

Memang benar, selama kita hidup di dunia ini kita akan menghadapi banyak sekali cobaan. Apa pun bentuknya. Mungkin cobaan itu ringan saja, tetapi tidak jarang cobaan yang kita hadapi begitu berat sehingga begitu mengguncangkan hidup dan iman kita. Bagaimana kita mengatasinya?

Coba kita menengok ke dalam diri kita sendiri: bagaimana perasaan kita ketika sedang mengalami cobaan? Sedih? Sakit hati? Goyah? Gemas? Putus asa? Lalu apa yang kita lakukan ketika sedang mengalami cobaan? Menangis? Mengurung diri? Mengasingkan diri? Pergi jauh? Melarikan diri dari masalah? Atau segera bangkit dan berusaha mengatasi masalah?

Ya, benar! Mengatasi masalah harus dimulai dari diri sendiri. Perasaan, pemikiran dan sikap kita adalah kombinasi faktor-faktor penting yang menentukan berhasil tidaknya kita dalam mengatasi masalah. Ketika masalah dalam diri sendiri telah berhasil kita atasi, barulah kita mencoba mengatasi sisanya. Tidak peduli masalah yang kita hadapi adalah besar atau kecil, berat atau ringan, untuk mengatasinya harus tetap dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan memperbaiki perasaan, pemikiran (paradigma) dan sikap kita.

Memang benar, pada banyak kasus, kadang kala masalah itu menghilang sendiri, atau ada pihak lain yang membantu kita dalam mengatasinya dengan/tanpa sepengetahuan kita, dengan/tanpa kita minta. Tetapi tidak semuanya dapat diatasi dengan cara demikian. Seringkali bahkan kita mencoba mengatasi masalah dengan masalah baru.

Tidak sedikit kasus dimana kita dihadapkan dengan masalah yang harus kita hadapi sendiri tanpa pertolongan siapapun. Memang lebih baik dan melegakan jika masalah bisa dihadapi bersama, mungkin dengan pasangan, keluarga, teman/sahabat atau mungkin dengan musuh kita sekalipun. Pasti rasanya akan lebih ringan dari pada harus dihadapi sendiri.

Meskipun begitu, tetap saja kita harus memulai memperbaiki diri sendiri. Dari pada kita putus asa, menangis dan menyerah, lebih baik kita mulai bangkit dari keterpurukan dan memilih sikap untuk terus berjuang. Ingatlah kata pepatah: “gagal adalah awal dari keberhasilan.” Dan pepatah ini bukan omong kosong. Nilai moral dari pepatah ini adalah bahwa kita harus memiliki pandangan dan sikap positif untuk memandang suatu masalah atau kegagalan sebagai awal dari keberhasilan. Sikap inilah yang harus kita bangun terlebih dahulu. Jangan pernah putus asa walaupun kita mengalami kegagalan berkali-kali.

Nasehat lain yang baik adalah: “no pain no gain.” Untuk maju kita harus menderita. Anggaplah penderitaan kita hari ini dan kesukaran yang kita hadapi sekarang adalah demi kemajuan dan keberhasilan yang telah menanti kita di ujung sana.

Selain itu kita juga harus berpikir bahwa semua cobaan yang kita hadapi ini seperti batu asah bagi segenap sumberdaya kita. Keterampilan kita, kecerdasan kita, dan kemampuan kita diasah dan menunggu untuk kita gunakan dalam mengatasi masalah di hadapan kita. Banyak sekali kasus dimana dalam keadaan bermasalah atau krisis, orang jadi cenderung lebih kreatif dan inovatif. Jadi asahlah keterampilan, kecerdasan dan kemampuan kita saat mengalami keterpurukan untuk dapat mentas dari padanya.

Kesimpulan

Saat menghadapi kesukaran, penderitaan dan kesedihan, kita harus memilih sikap yang benar. Perasaan kita saat menghadapi masalah memang dapat mengacaukan segalanya. Tetapi keterampilan, kecerdasan dan kemampuan kita adalah modal penting dalam mengentaskan diri dari masalah. Kita juga perlu menggeser paradigma tentang cobaan dan mencoba memahami bahwa semuanya itu adalah bumbu kehidupan dan hanya sebuah batu asahan belaka. Ketika kita berhasil mengatasinya, hidup kita jadi terasa lebih indah. Ketika kita berhasil mentas, sadarilah bahwa kita mampu berjuang hingga akhirnya dapat menang. Segenap keterampilan, kecerdasan dan kemampuan kita telah terasah dengan baik dan menjadi lebih tajam untuk siap menghadapi cobaan berikutnya. Percayalah bahwa Allah tidak pernah memberikan cobaan yang melampaui kemampuan kita.

Kapan kita merasakan makanan yang kita makan sangat enak? Saat kita benar-benar lapar! Kapan kita merasakan keberhasilan dan merasa bahagia oleh karenanya? Saat kita benar-benar telah merasakan kegagalan!

Jadi tentukan sikap Anda! Menyerah atau bangkit untuk berjuang?

Gorontalo, 10/08/2006

 

Bacaan terkait:

About these ads

18 responses to “Memilih Sikap Ketika Menghadapi Kesukaran

  1. Ping-balik: Agamaku kesaksianku » Apa & Siapakah Manusia Itu?

  2. Ping-balik: EMANUEL » Apa Sih Hakekat Manusia Itu?

  3. Resep kue coklat: tepung terigu,mentega,telur gula,coklat,garam.
    Jika ingin senang kenapa harus susah dulu?
    Jika ingin makan enak,apakah harus merasa lapar dahulu?
    Spertinya masalah yang seharusnya mudah kita buat susah bukankah “jalan pintas dianggap pantas” menurut sebuah logo iklan.
    Tetapi setelah saya renungkan masalah-masalah yang telah saya lalui,ternyata untuk membuat hidup kita berwarna kita juga harus menghadapi masalah-masalah yang rumit dan menyakitkan,rasa kue coklat sangat enak tetapi bila kita memakan misalnya garam,rasanya terasa asin atau coklat ,terasa pahit,dan untuk terasa enak tentu saja mencampurnya dan memasaknya begitulah hukumnya,terima kasih.

  4. memang benar….cannot be so said kalau kite putus cinte….

  5. Trims,
    saya membaca tulisannya hari ini. Saya sementara menghadapi masalah yang cukup berat dalam bisnis. Tulisan Anda menguatkan dan memberikan inspirasi buat saya. Di balik semua ini ada benih kesuksesan yang menunggu hendak tumbuh.

    Trism
    Tuhan memberkati

    wassalam

    Paul-Makassar

  6. Setju, dengan penderitaan kita sadar akan kekurangan kita, jika mau bebas ya bangkitlah, jangan nyalahin orang lain, intropeksi yang paling jitu, dari kekurangan kita lebih waspada dalam menghadapi masalah gitu choi….

  7. Thanks banget yach buat tulisannya. Aku merasa terbantu setelah membaca tulisan ini, maklum aku baru saja mengalami kegagalan di Tugas Akhirku. Setelah ini aku kembali membuat komitmen untuk kembali belajar dan menyusun kembali tugas akhirku yang telah gagal. Aku yakin ada hikmah dibalik setiap kejadian yang aku hadapi.

    Trims’
    God bless u

  8. Dear Nya Trio,

    Puji Tuhan Anda dapat menemukan hikmah yg tersembunyi dari Allah. Semoga Anda akan menjadi lebih kuat, tegar dan tabah dalam menghadapi kehidupan ini. Bukankah Tuhan sudah melatih Anda?

    Semoga berhasil. GBU.

  9. Menderita bagi orang Kristen menbuat ia semakin matang , bertumbuh dalam iman bahkan semakin sabar dalam segala hal.Tiada Mahkota tanpa salib, dan tidan salib tanpa Mahkota.Terus bersandar pada Tuhan , ia akan membuat kamu menjadi sangat hebat kerana kamu telah menang ujian.

  10. @ Dear Pastor Agnes,

    Terima kasih atas dukungannya.

    GBU.

  11. dgn membaca semua yg kalian kirim diblock ini aq diberkati.Aq tau dijln Tuhan ujian & cobaan slu ada jd aq hrs kuat menghdapinya.Benar!Dia sumber kuat itu…thanks God

  12. pada hakekatnya manusia adalah hasil penciptaan
    dan selayaknya hasil penciptaan harus menghargai
    ,menghormati dan mengasihi penciptanya,pilihan ada di tangan anda.

  13. aku pengen tau gimana caranya memberi tau sama orang yang suka sama kita tapi kita ga suka sama dia tolong kasih tau y pliii…….zzzzz?thank’s.

  14. aku bingung ketika menghadapi suatu masalah. pada intinya aku ngga mau menjadi orang bermuka dua. sana sini mau. tapi aku bingung ketika aku sedang bersama b dan aku harus ngasih informasi tentang a. itu permasalahannya. bantu aku sahabat gimana aku harus bersikap agar ngga ada pihak yang dirugikan dan ngga ada yang bermuka dua dalam istilahnya. makasih

  15. to: as
    pada intinya n yang paling penting adalah kejujuran. jujur ngga selamanya bikin masalah. tapi u harus komitmen, bila seandainya kamu nenar2 ngga suka ama dia, kamu katakan saja terus terang apa yang kamu rasakan pada dia. tapi ingat gunakanlah kata2 yang ngga menyinggung perasaan dia. n tempatnya harus cuma ada kamu n dia. ngga boleh ada orang lain. ok

    lam kenal : oksi

  16. Sep2….Kutipan nan bagus bwt motivasi….Thx..
    Gbu..

  17. ooow….bagus juga
    tapi lebih dirinci lagi dng kalau bisa
    thx

  18. Terimaksih banyak atas saran’y..
    saran anda menguatkan dan memberikan inspirasi buat saya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s