EMANUEL

Menerima Berkat Allah Yang Melimpah

Posted by: Emanuel Setio Dewo on: September 5, 2006

Tanggal 1-3 Sept 2006 yang lalu aku memperoleh kesempatan mengikuti retret di Lembah Karmel. Terima kasih kepada Mbak Dewi yang telah mensponsori aku. Saat mengikuti retret akhirnya kusadari bahwa begitu banyak orang yang tidak dapat menerima dan merasakan berkat Allah yang sebenarnya sangat melimpah bagi kita. Mengapa demikian?

Ya, rupanya banyak sekali orang yang tidak dapat menerima dan merasakan berkat Allah yang begitu luar biasa yang diberikan kepada kita sepanjang hari. Laksana matahari yang setiap hari menyinari kita di siang hari demikianlah kasih Allah. Banyak sekali penyebab mengapa berkat Allah itu kita dapat kita terima dengan baik. Berikut adalah contoh penyebabnya:

  1. Kurangnya iman dan kepercayaan kepada Allah. Kadang di saat kita telah memiliki segalanya dengan melimpah, kita jadi kehilangan arah dan melupakan Allah. Atau karena desakan dan tekanan kehidupan ini mengakibatkan iman kita terdesak dan mengecil, bahkan kita sama sekali kehilangan kepercayaan.
  2. Dosa. Dosa dapat membuat kita jauh dari Allah. Terutama jika karena dosa kita justru meninggalkan Allah. Seharusnya kita dapat memohon ampun dan menyesali dosa kita sehingga kita dapat merasakan berkat Allah lagi.
  3. Perasaan negatif seperti dendam, sakit hati, benci. Seringkali kita dikuasai oleh rasa dendam, sakit hati, benci, dll, sehingga hati kita tertutup oleh kasih karunia Allah.
  4. Keterikatan pada hal duniawi. Seringkali kekawatiran duniawi dan juga kebutuhan duniawi begitu membuat kita terikat sehingga kita melupakan kebutuhan roh kita akan kasih Allah. Misalnya kita begitu kawatir tentang keadaan keuangan kita, atau kebutuhan-kebutuhan duniawi kita yang lain.
  5. Keterikatan pada roh jahat atau roh orang mati. Tidak jarang orang terikat dengan roh jahat atau roh mati sejak masih dalam kandungan, bayi atau masa kecil kita. Kebanyakan bahkan berupa warisan dari nenek moyang. Tetapi banyak juga orang yang bersekutu dengan roh jahat dan roh orang mati saat dia dewasa, bahkan sengaja berguru dan mencari ilmunya. Allah tentu saja tidak suka dan akibatnya adalah bahwa Allah tidak dapat memberikan berkat-Nya lagi.
  6. Keluarga yang retak. Keluarga yang retak itu seperti mangkok yang retak. Ketika mangkok tersebut diisi dengan sayur atau air, maka isinya akan merembes keluar. Demikian juga dengan keluarga, keluarga yang retak tidak dapat menampung berkat dari Allah dengan baik karena berkat itu akan merembes dan terbuang sia-sia. Mungkin kita akan tetap banyak memperoleh rejeki, tetapi rejeki itu akan habis dengan sia-sia.

Itulah sedikit contoh mengapa kita tidak dapat menerima berkat Allah dengan baik, bahkan tidak menerimanya sama sekali. Sebagian karena kita tidak menyadari karena mungkin sudah didikan sejak kecil. Tetapi ada juga yang memang menolak Allah dengan menghambakan diri pada roh jahat.

Bagaimana mengatasi hilangnya berkat Allah tersebut sehingga kita dapat menerima berkat Allah yang melimpah? Nantikan artikel selanjutnya. Semoga Anda dapat merasakan berkat Allah yang begitu besar itu. Amin.

6 Tanggapan ke "Menerima Berkat Allah Yang Melimpah"

[...] Banyak sekali orang yang disembuhkan, dicerahkan dan diampuni. Lebih banyak lagi orang yang merasa tidak bermasalah tetapi setelah melakukan pemeriksaan diri secara pribadi ternyata memiliki masalah yang mengakibatkan tidak sampainya berkat Allah kepadanya. Atau berkat itu bocor, bahkan berkat itu tidak sampai kepada kita dan tidak dapat kita rasakan. [...]

aku juga menerima berkat dari allah.
setiap hari-hari yang kujalani,dalam kesulitan dan kealpaan.dalam kekurangan akan kasih sayang dari sesama yang banyak dari mereka yang lupa..aku selalu menerima berkat allah..aku menyadari arti hidupku sebagai sebuah perjalanan panjang.yang didalamnya ada jurang ada gunung.kadang aku harus mendaki gunung,menyeberangi jurang.tapi yang ku ingat,allah selalu menyelamatkanku.sebagaimana aku yakin,allah pasti akan memberikan tempat terbaik jika aku sampai nanti.aku menyayangi sesamaku.tak mempermasalahkan mengapa mereka harus islam atau kristen.saling membantu.berbagi kasih.alhamdulillah,aku selalu bersyukur menjadi orang yang damai.tak ada kebencian.selalu punya ketulusan.itu saja sudah merupakan berkat allah yang sangat melimpah…

aku juga menerima berkat dari allah.
setiap hari-hari yang kujalani,dalam kesulitan dan kealpaan.dalam kekurangan akan kasih sayang dari sesama yang banyak dari mereka yang lupa..aku selalu menerima berkat allah..aku menyadari arti hidupku sebagai sebuah perjalanan panjang.yang didalamnya ada jurang ada gunung.kadang aku harus mendaki gunung,menyeberangi jurang.tapi yang ku ingat,allah selalu menyelamatkanku.sebagaimana aku yakin,allah pasti akan memberikan tempat terbaik jika aku sampai nanti.aku menyayangi sesamaku.tak mempermasalahkan mengapa mereka harus islam atau kristen.saling membantu.berbagi kasih.alhamdulillah,aku selalu bersyukur menjadi orang yang damai.tak ada kebencian.selalu punya ketulusan.itu saja sudah merupakan berkat allah yang sangat melimpah…..

Dear Ivan,

Syukurlah, Anda diberikan berkat dan hikmad dari Allah. Pasti Anda dapat mencintai Allah dan dapat pula mencintai sesama. Manifestasi dari cinta Anda ke Allah dapat diwujudkan dengan mencintai sesama. Silakan baca: “Cara Mengasihi Allah”.

T|uhan tolong agar aku dapat merasakan kasihmu kepadaku.

Yach, itulah yang disebut dengan menerima kasih karunia ALLAH. Kita semua adalah orang-orang yang telah menerima kasih karunia. TUHAN ALLAH begitu mengasihi kita dan mempedulikan kehidupan kita setiap saat. Mohon dukungan doanya karena saya hendak mengajarkan hal ini kepada saudara-saudara kita yang sedang terkurung di penjara Cipinang besok pagi – tgl 25 Nop 2009. Saya akan mengajarkan kepada mereka tentang: KASIH KARUNIA ALLAH YG TELAH MENYELAMATKANKU. I. Apakah kasih karunia itu? II. Mengapa manusia perlu diselamatkan? III. Bagaimana proses terjadinya penyelamatan itu? Dan IV. Seperti apakah kehidupan yang telah diselamatkan. Salam.

Tinggalkan Balasan


  • Mr.Nunusaku: Pencucian otak bagi muslim agar jangan masuk neraka karena mengikuti jalan tersesat Muhammad dan Al Quran ciptaan bangsa Arab. Hanya Isa anak Marya
  • steven amalo: Yach, itulah yang disebut dengan menerima kasih karunia ALLAH. Kita semua adalah orang-orang yang telah menerima kasih karunia. TUHAN ALLAH begitu men
  • Hendrik Leverty: Syalom sdr Emanuel, Artikel yang bagus. Obat dari kepahitan adalah mengampuni dan melupakan. Biarlah kita semua belajar untuk cepat mengampuni. G

Kategori

Arsip