EMANUEL

Kemana dan Apa yang Harus Aku Lakukan?

Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Januari 10, 2007

Bermula ketika sahabat seperjuanganku menyerah dan memutuskan untuk berpindah haluan beberapa bulan yang lalu. Tidak ada yang perlu disesali. Tidak ada yang perlu diratapi. Semuanya harus terjadi. Bukan saatnya lagi kami memikirkan diri sendiri, tetapi keluarga kami juga menuntut untuk dipikirkan. Hanya ada satu kalimat yang kulontarkan saat itu:

“kemana pun Tuhan mengirimku, apa pun yang Tuhan ingin aku lakukan, maka akan aku lakukan.”

Itu bukan kalimat putus asa. Mungkin melihat konteks yang terjadi, yaitu saat perjuangan kami harus dipupuskan, maka kalimat tersebut terkesan putus asa. Tetapi aku tidak putus asa. Aku hanya pasrah dan menyerahkan diri pada Tuhan saat semuanya harus terjadi. Dan aku siap diutus Tuhan kemana saja untuk melakukan apa saja.


Tetapi kalimat itu menjadi suatu karunia bagiku. Tuhan tidak cuek, malahan Tuhan mendengarkan kalimat yang kulontarkan dan Tuhan memberikan yang terbaik bagiku. Sungguh, kerelaanku terhadap perjuangan dan pengorbanan selama 3 tahun lebih ternyata tidak sia-sia. Semuanya berakhir dengan indah. Tuhan memberikan resolusi yang terbaik. Hanya dengan penyerahan diri sepenuhnya menjadikan Tuhan berkenan memberikan berkat dan rahmatnya. Dan itu sangat nyata.

Indahnya adalah bahwa semuanya itu masih terkait dengan sahabat seperjuangan. Dialah yang membawa perubahan itu dalam kehidupanku. Rupanya lewat dialah berkat Tuhan mengalir. Dan semua perjuangan dan pengorbanan bertahun-tahun kami ditukar dengan sesuatu yang baik. Terlalu egois jika aku mengatakan pertukaran itu tidak sepadan. Yang aku pikirkan adalah bahwa aku harus menepati janjiku, yaitu: “kemana pun Tuhan mengirimku, apa pun yang Tuhan ingin aku lakukan, maka akan aku lakukan.” Apa pun itu!

Dan kini di tempat yang baru, aku berusaha tidak pernah mengeluh dan hanya bekerja dan berkarya yang terbaik. Aku percaya bahwa karyaku sebenarnya adalah karya Tuhan juga. Dengan demikian aku percaya bahwa semua karyaku tidak pernah akan sia-sia. Malah aku berharap agar semua karyaku ini dapat menjadi buah yang lebat dan enak dan memberikan manfaat yang besar bagi sesama. Karena aku tahu bahwa Tuhan memberiku aliran sungai yang mengalir tiada hentinya dalam hati dan kehidupanku.

Aku sangat bersyukur kepada-Mu, Tuhan. Terima kasih atas segala berkat, rahmat dan rejeki yang telah Kau limpahkan padaku, keluargaku, dan juga kepada para sahabatku sehingga kami benar-benar dapat merasakan kasih-Mu yang indah.

Amin.

10 Tanggapan ke "Kemana dan Apa yang Harus Aku Lakukan?"

Mas Dewo, maksudnya berpindah haluan apa sih? Hmmm, mungkin agak sensitif ya? Anyhow, doanya bagus mas.

Hallo Kang Adhi,

Maksudnya pindah pekerjaan :D
Iya ya, bisa jadi sensitif kalau diartikan lain. Maaf…

Salam.

Wah thanks atas permenungannya .
Aku bisa belajar dari renungan ini.
Yang jelas kita harus tetap meletakkan iman sebagai arah kemana hidup kita berziarah.

@Hary,

Terima kasih juga. Semoga berkat Tuhan selalu beserta kita. Amin.

Tuhan pasti memberi ganti yang lebih baik, apalagi bila kita ikhlas. Tapi untuk menjadi ikhlas itu sungguh sulit. Kadangkala kita berhitung, menawar dan berandai. Padahal bila kita serahkan semua pada Tuhan, Dia akan memberi kelimpahan.

Hmm, mesti belajar pasrah dan ikhlas. Beraaat….

Dear Mbak Pipit,

Iya, kita harus selalu ikhlas dan percaya bahwa semuanya ada hikmahnya. Di sana ada berkat tersembunyi. Tuhan memberi yang terbaik untuk kita, bukan yg terbaik menurut kita.

Salam damai & sejahtera.

Dear Dewo,

Entahalah apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita jauh dari apa yang dikehendaki olehnya dan pertanyaannya sampai sejauh mana kita bisa mengetahui bahwa apa yang kita lakukan iti benar?

karena saya rasa semua semu dan takkan pernah ada artinya,

salam damai,

ari

Dear Ari,

Memang kalau kita tidak dipimpin oleh Allah rasanya semua yg kita lakukan itu salah dan sia-sia tanpa arti. Cobalah berserah diri kepada Allah dan mohon pimpinan Roh Kudus sehingga semuanya menjadi berarti dan berbuah banyak.

Salam.

Sesuatu yang menyedarkan saya…
terima kasih saudara…
adakalanya ALLAH memberikan sesuatu yang kita anggap mustahil dan xmampu untuk kita capai…tapi siapalah kita…ALLAH tetapkan itu semua kerana ALLAH ada sebab2-NYA yg tersendiri dan bererti kita mampu menanggung dan menjalankan perintah-NYA… semoga kita mendapat balasan syurga yang melimpah-limpah akan kenikmatan dan dijauhkan dari azab api neraka…AMIN. :-)

Saya tidak bersetuju sama sekali bahawa saudara mengatakan Jesus sebagai ALLAH. Jesus adalah hamba ALLAH yg telah banyak ALLAH berikan kelebihan. Jadi mustahil ada makhluk yg ingin digelar sebagai pencipta kepada dirinya… Saya dapat bayangkan betapa kecewanya Jesus selama ini kerana pengikut-pengikutnya menganggap dirinya sebagai ALLAH…semoga ALLAH S.W.T mengampunkan kamu semua, memberi petunjuk dan hidayah kepada kamu semua…LAILAHAILLALLAH. :-(

Tinggalkan Balasan


  • Mr.Nunusaku: Pencucian otak bagi muslim agar jangan masuk neraka karena mengikuti jalan tersesat Muhammad dan Al Quran ciptaan bangsa Arab. Hanya Isa anak Marya
  • steven amalo: Yach, itulah yang disebut dengan menerima kasih karunia ALLAH. Kita semua adalah orang-orang yang telah menerima kasih karunia. TUHAN ALLAH begitu men
  • Hendrik Leverty: Syalom sdr Emanuel, Artikel yang bagus. Obat dari kepahitan adalah mengampuni dan melupakan. Biarlah kita semua belajar untuk cepat mengampuni. G

Kategori

Arsip