Cerita Gembira Anak-anak Teman

Paling senang ketika teman-teman atau kakak-kakak menceritakan perkembangan dan kelucuan anak-anak mereka. Memang sering kali anak-anak itu menggemaskan. Lucu sekali tingkah laku mereka. Wajar jika teman-teman & kakak senang sekali menceritakan anak-anak mereka. Apalagi jika anak-anak berbuat dan berpikir kritis dan kreatif yang di luar dugaan orang tuanya sendiri. Siapa sih orang tua yang tidak bahagia jika memiliki anak yang hebat?

Setiap kali teman-teman menceritakan anak-anak mereka, setiap kali pula aku menjadi sedih ketika mengingat Axel. Tetapi setiap kali aku sedih, setiap kali pula aku teringat bahwa Allah itu sangat mengasihi aku dan keluargaku. Aku tahu bahwa Allah juga sangat mengasihi Axel. Terbukti bahwa kami tidak pernah kekurangan. Kami memang tidak kaya, tetapi apa yang kami butuhkan selalu ditambahkan oleh Allah dan selalu tepat pada waktunya.

Aku bangga pada Axel bukan karena kepandaiannya, kelucuannya atau kehebatannya. Aku bangga pada Axel karena dia selalu mengingatkanku pada Allah dan pada kemurahan hati-NYA kepada kami. Apa pun, bagaimana pun dan kapan pun, aku tetap mencintai anakku Axel.

4 responses to “Cerita Gembira Anak-anak Teman

  1. Tetap semangat yaa…
    Jadi pengen ketemu sama Axel..
    Papa Yesus itu adil banget…
    Aku emang baru tau sdikit ttg autisme, tapi aku tertarik banget ama anak2 autis..
    Apalagi gimana hebatnya mereka kalau mereka udah nemuin potensi ato ‘bakat’ alami mereka…
    Pernah nonton ‘Mercury Rising’ ato yang cukup baru, ‘Mozart and the Whale’?
    Kalo belum coba nonton deh…Apalagi yg mercury rising itu…Yang maen tu salah satunya Richard Gere kalo ga salah…
    (Emang agak susah nyarinya, bis film da lama…Tapi mungkin mas bisa ketemu di net.Aku belum coba cari si..Masih amatir..)
    Dari film itu aku belajar banyak ttg anak autis..
    Jadi sempet captivated, ternyata Papa Yesus luarbiasa…
    Meskipun mereka punya banyak kekurangan, tapi sebenarnya ada yang istimewa banget dlm diri mereka…Bahkan di diri mnusia normal aja jarang..

    Big love n hug 4 Axel..
    Tuhan Berkati…

  2. @ Dear Qanniell,

    Terima kasih atas dukungan Anda. Saya akan coba cari ‘Mercury Rising’ dan ‘Mozart and The Whale.’ Sekali lagi terima kasih atas informasinya.

    Semoga Tuhan memberkati Anda dan keluarga.
    Salam.

  3. Maaf, salah info tadi…
    Mercury rising tokoh utamanya Bruce Willis dan Alec Baldwin.Filmnya rilis 1998.
    Infonya bisa anda lihat lewat google,tadi saya search ‘mercury rising movie’,ada juga di amazon.com.
    Kalau mau lihat trailernya, di youtube.com search aja mercury rising.ada 1 trailer yang di gambarnya ada bruce willis.
    Saya soalnya juga lagi cari film ini. Karena udah keliling2 penyewaan vcd, katanya udah lawas banget itu film…Hehe..
    Kalo ‘mozart and the whale’ ini masih baru banget.Yang main Josh Harnett n Radha Mitchell.
    Tapi ceritanya jauh lebih bagus Mercury Rising menurut saya…

    Hmm liat sharing anda di ‘Aku dan Kesedihanku’ saya mau sedikit cerita waktu saya pergi ke salah satu tempat terapi buat anak autis di Samarinda, tempat tinggal saya sebelumnya.
    Saya ketemu dengan seorang anak, namanya Awang…
    Karena tujuan saya waktu itu adalah observasi untuk makalah, jadi saya boleh menemani dia terapi.
    Hari pertama,dia sama sekali ga mau bicara, dia bahkan memeluk terapisnya saat pertama saya datang.Orang tua Awang tahu dia menyandang autisme sejak dia berusia 2,5 tahun. Langsung sejak saat itu, Awang diberi terapi secara teratur.
    Waya bertemu awang di tempat terapi itu, dia sudh berumur 4 tahun. Bahkan, dia bisa bilang ‘papa datang’ waktu hari kedua saya menemani dia, dan mobil papanya datang menjemput dia..
    Setelah saya tanya pada terapisnya, ternyata orang tuanya sangat berbeda dari orang tua anak autis pada umumnya, yang malu, bahkan ada rekan mama saya yang mengurung anaknya, karena anaknya autis dan ia malu, yang ada, anak itu justru makin brutal…
    Tapi ternyata, orang tua Awang, justru bangga pada Awang, mereka ga pernah malu membawa dia ke Resepsi, ke Mall, mereka mamperlakukan Awang seperti anak pada umumnya(meski pada beberapa hal tertentu ada yang perlu dikhususkan).
    Dan ini sangat membantu Awang untuk belajar berinteraksi dengan lingkungan sosial.
    Sangat nyata saya melihat, betapa dia hampir mirip dengan anak normal seusianya, yang manja, lucu, meski celotehannya hanya sepatah dua patah kata…
    Memang kadar autisme tiap anak berbeda, dan saya juga tidak punya pengalaman apa2..
    Tapi saya hanya ingin memberi semangat anda…Meskipun autis tidak dapat disembuhkan secara total, tapi symptomnya bisa dikurangi…
    Jangan putus asa…dan juga jangan cepat puas..Kata terapis yang saya kenal itu..
    Karena melatih anak autis harus terus berkesinambungan dan perlu kesabaran luar biasa..Saya turut berdoa buat anda..Juga semua orang tua yang memiliki anak penyandang autis, semoga Bapa selalu menguatkan dan memberi kuasa yang tak habis-habisnya…
    Saya bangga n salut membaca blog anda, betapa Axel menjadi batu penjuru anda untuk semakin merasakan Kasih Allah yang begitu luar biasa..
    Maaf kalau terlalu panjang…
    Tapi ini jujur dari hati saya…
    Salam kasih buat Axel dan keluarga anda…

  4. @ Dear qanniell,

    Terima kasih atas sharing Anda. Saya sangat bahagia bisa mendapat komentar dari orang yang penuh kasih seperti Anda.

    Terima kasih atas dukungan semangat dan doa bagi kami sekeluarga. Benar, saya sangat menyayangi dan mengasihi Axel. Lewat dialah saya benar-benar merasakan kasih Allah yang begitu besar kepada kami.

    Lewat komentar Anda ini, saya semakin diteguhkan bahwa Allah benar-benar mengasihi saya dan keluarga saya.

    Terima kasih atas kasih Anda kepada kami. Salam kasih Allah beserta Anda dan keluarga.

    Salam.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s