EMANUEL

Meminta Petunjuk Tuhan

Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Juli 4, 2008

Selama dua minggu kemarin adalah masa-masa kritis bagi saya. Terus terang, saya mengalami krisis dalam pekerjaan dan saya bergumul dalam diri saya sendiri. Pergumulan itu adalah: apakah saya harus hengkang, atau saya harus tetap tinggal dan terus membangun perusahaan.

Dalam pergumulan itu saya berdoa kepada Tuhan. Saya memohon petunjuk kepada Tuhan mengenai hal ini. Pilihannya adalah hengkang atau tetap tinggal. Saya hanya bisa berserah kepada Tuhan dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Apa pun keputusan-NYA, saya siap melaksanakannya.

Lalu Tuhan pun menjawab doa saya.

Hari pertama di minggu ini, sudah sejak pagi saya mendapatkan kontak dari teman-teman lama. Ada 3 teman lama yang menghubungi saya dan semuanya menuju ke arah yang benar dan positif.

Betapa bahagianya saya melihat progres yang bagus ini. Saya benar-benar menyadari bahwa inilah jawaban Tuhan atas pertanyaan & pergumulan saya. Tuhan ingin saya terus berkarya di perusahaan ini. Saya bangga bahwa saya mendapatkan begitu luar biasanya karya Tuhan bekerja atas diri saya.

Betapa bahagianya jika kita menyandarkan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah berhenti memberikan kasih-Nya kepada kita.

Terima kasih Tuhan atas berkat karunia-Mu yang luar biasa ini.

2 Tanggapan ke "Meminta Petunjuk Tuhan"

[...] Rasanya keterlaluan sekali ketika saya meminta petunjuk lagi kepada Tuhan. Bukankah sebelumnya saya sudah minta petunjuk dan telah dijawab oleh Tuhan? Tetapi saya mengalami pergumulan yang lebih hebat lagi setelah itu. Dan saya benar-benar memohon [...]

[...] Terkait: ~ “Meminta Petunjuk Tuhan” ~ “Meminta Petunjuk Tuhan Lagi” Tags: Pekerjaan, [...]

Tinggalkan Balasan


  • Sylvia: @ Theresia: Saya tinggal di USA daerah Los Angeles. Apa Theresia juga tinggal didaerah sini? karena kebetulan gereja saya akan mengadakan retreat y
  • yennychoy: Tuhan.... KAU sungguh luar biasa dalam kehidupan aku... Tanpa Engkau aku bukan siapa2.. Amien..
  • Emanuel Setio Dewo: @ Dear Ivan, Melanjutkan curhat sebelumnya: Berdasarkan pengalaman, penyembuhan luka batin itu terhambat karena diri sendiri, bukan karena

Kategori

Arsip