EMANUEL

Sempat Sewot Karena Sibuk

Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Desember 9, 2008

Beberapa hari ini saya sangat sewot karena terlalu banyak pekerjaan. Seolah banyak sekali tugas yang ditumpukan ke pundak saya tanpa ada yang bisa membantu. Dan beban pekerjaan ini sangat menguras tidak hanya tenaga, waktu dan pikiran, tapi juga emosi saya.

Hari ini saya terpaksa memberikan workshop yang tadinya bukan saya pembicaranya. Saya hanya punya waktu semalam untuk mempersiapkan segalanya, dari materi presentasi sampai manual book. Padahal saya harus menyelesaikan beberapa request dari klien-klien kami yang lain yang jumlahnya seolah tidak pernah habis.

Akhirnya kemarin malam saya menutup hari dengan pasrah dan berdoa kepada Tuhan untuk memohon bantuan-NYA. Demikian juga pagi hari tadi. Saya mohon agar dapat diberikan kesabaran dan ketabahan, dan terutama kerendahan hati dan pikiran yang terang dalam memberikan workshop.

Berkat doa dan juga doa-doa sahabat, akhirnya saya dapat melalui hari ini dengan sangat baik. Malah amat-sangat baik. Saya begitu bersyukur kepada Tuhan karena hari ini semua pekerjaan dapat saya selesaikan dengan baik.

Dan saya sangat bersyukur hari ini ketika malamnya, saat saya sedang kelaparan dan saya terlalu pusing untuk keluar mencari makan, tiba-tiba ada kiriman makanan Jepang kesukaan saya. Benar-benar luar biasa. Saya merasa bahwa Tuhan telah begitu besar memperhatikan saya, sampai ke makan malam saya. Dan Tuhan benar-benar mengenal kesukaan saya. Tidak tanggung-tanggung, makanan Jepang kesukaan saya yang mungkin tidak akan saya beli sendiri karena selain jauh belinya, juga dalam rangka penghematan.

Duh, benar-benar penghiburan bagi saya malam ini. Saya menyadari bahwa saya memang harus lebih sabar dan tekun dalam menghadapi segalanya. Dan saya tahu bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya, bahkan Tuhan kerap kali memberikan saya penghiburan.

2 Tanggapan ke "Sempat Sewot Karena Sibuk"

Hi Hi Hi. Wah besar nian rejeki kau itu

Hihihi, Puji Tuhan. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan


  • Mr.Nunusaku: Pencucian otak bagi muslim agar jangan masuk neraka karena mengikuti jalan tersesat Muhammad dan Al Quran ciptaan bangsa Arab. Hanya Isa anak Marya
  • steven amalo: Yach, itulah yang disebut dengan menerima kasih karunia ALLAH. Kita semua adalah orang-orang yang telah menerima kasih karunia. TUHAN ALLAH begitu men
  • Hendrik Leverty: Syalom sdr Emanuel, Artikel yang bagus. Obat dari kepahitan adalah mengampuni dan melupakan. Biarlah kita semua belajar untuk cepat mengampuni. G

Kategori

Arsip