EMANUEL

Saya Harus Resign

Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Februari 8, 2009

Beberapa bulan yang lalu (tepatnya November) saya berdoa kepada Tuhan. Saya bertanya, apakah saya harus mencari pekerjaan lain? Tidak lain dan tidak bukan karena saya melihat bahwa perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan. Apalagi ditambah dengan resign-nya seorang pemegang saham dari perusahaan kami. Saya tambah yakin bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan perusahaan, walau pun setiap bulan kami tidak pernah terlambat menerima gaji.

Ya, saya sekali lagi berdoa kepada Tuhan tentang kepastian apakah saya harus tetap tinggal dan berkarya di sini atau pindah kerja. Tetapi jikalau saya harus pindah kerja, saya memohon agar Tuhan membantu saya untuk mencarikan pekerjaan. Jika Tuhan berkenan, sebaiknya ada tawaran pekerjaan yang datang bahkan tanpa saya perlu melamarnya.

Terus terang doa saya agak kurang ajar atau berlebihan. Seolah-olah saya kok seenaknya sendiri meminta kepada Tuhan. Seolah saya mintanya tidak tanggung-tanggung, yaitu jika saya memang harus pindah, maka berikan saya pekerjaan tanpa perlu melamar.

Tapi saya tahu bahwa Tuhan itu Mahabaik. Saya tahu bahwa Tuhan itu telah mengatur segalanya bagi saya dan keluarga. Saya tahu bahwa Tuhan sangat mengasihi saya dan Tuhan sangat ingin saya bergantung pada-Nya dan menjadi alat-Nya. Ya, saya hanyalah alat Tuhan. Hidup saya adalah milik-Nya. Karya saya semata hanya kepanjangan dari karya-Nya. Dan saya tahu bahwa Tuhan memiliki rencana tersendiri yang saya tidak tahu. Saya hanya tahu bahwa karya Tuhan adalah baik adanya.

Tidak berlebihan sebenarnya jika saya memohon demikian, karena Tuhan mungkin ingin agar saya berkarya di tempat lain. Mungkin tempat lain lebih membutuhkan saya dari pada tempat bekerja saya sekarang. Dan untuk itu saya mohon agar Tuhan menempatkan saya dimana pun.

Tampaknya Tuhan menjawab doa (dan pertanyaan) saya. Bulan Januari 2009 saya mendapatkan tawaran pekerjaan. Bagi saya ini adalah sebuah mujizat dari Tuhan. Karena saya tidak melamar pekerjaan apa pun. Dan saya memang tidak berusaha untuk melamar pekerjaan apa pun. Saya yakin bahwa jika Tuhan memang hendak mengutus saya di tempat lain, maka Tuhan akan menyediakan tempat tersebut bagi saya.

Tetapi jawaban Tuhan sekaligus pergumulan bagi saya. Di satu sisi saya telah memperoleh jawaban bahwa saya memang harus pindah dan Tuhan pun telah menyediakan tempatnya bagi saya. Tetapi di sisi lain berarti saya harus meninggalkan para sahabat yang telah saya anggap keluarga. Saya harus meninggalkan semua perjuangan yang telah saya rintis sejak 2003. Saya tahu bahwa dengan kepergian saya, maka perusahaan akan mengalami kesulitan yang sangat besar.

Dalam pergumulan ini saya pun berdoa lagi kepada Tuhan, apakah memang benar ini pekerjaan yang Tuhan berikan kepada saya? Ataukah hanya sebuah ujian bagi saya? Terus terang saya merasa sedih jika harus meninggalkan para sahabat yang telah saya anggap sebagai keluarga. Maka saya pun berdoa lagi agar saya memperoleh gaji sebesar yang saya inginkan. Saya berpikir bahwa jika gaji saya di tempat baru tidak terlalu besar (atau sedikit di atas gaji saya sekarang), maka itu tidak terlalu berharga untuk diambil karena tidak sepadan dengan apa yang akan saya korbankan, yaitu para sahabat dan perjuangan yang telah kami lakukan bertahun-tahun.

Ternyata Tuhan memang menghendaki saya pergi. Negosiasi gaji berlangsung baik dan saya pun memperoleh nilai gaji yang telah saya patok. Saya semakin yakin bahwa memang Tuhan berkehendak saya pindah kerja.

Maka saya pun mengundurkan diri (02/02/2009). Dan bulan Maret saya akan bekerja di tempat yang baru.

Tuhan, saya selalu menggantungkan hidup saya dan keluarga kepada-Mu. Mohon dibantu di setiap keputusan dan langkah saya, karena saya hanyalah alat-Mu semata. Terima kasih Tuhan.

~~~

Tulisan Terkait:
~ “Meminta Petunjuk Tuhan”
~ “Meminta Petunjuk Tuhan Lagi”
~ “Meja Kerjaku”
~ “SIM 2.0″

9 Tanggapan ke "Saya Harus Resign"

Mmmmm…Alhamduliilllah Anda mendapatkan tempat yang lebih baik..

Tapis emoga hubungan dengan kawan kawan lama di perusahaan lama bisa tetap dipertahankan..

Salam Bocahbancar yang baru belajar kehidupan…

@ Dear BocahBancar,

Terima kasih.
Benar sekali, hubungan persahabatan & kekeluargaan tidak boleh berakhir walau pun saya telah keluar.

Salam damai & sejahtera.

yah, walaupaun berat meninggalkan sahabat tapi Tuhan pasti mempunyai rencana yang luar biasa untuk mas dewo sekeluarga

@ Dear Mbak Magda,

Terima kasih atas dukungannya.
Tuhan memberkati.

Salam.

sukses buat mas dewo , Tuhan menghendaki kita bukan sekedar bekerja ,tapi berkarya

dan ketika Tuhan mengutus kita berkarya ditempat lain, Tuhan juga memberi pekerjaan itu dengan mudah

seperti yang mas alami , saya juga alami

Tuhan memberi dengan segala kemurahaNya, tanpa susah payah lamar sana sini

Tuhan memang dahsyat

@ Dear Mas Agus

Benar sekali, Tuhan Mahamurah & Mahabaik.
Puji Tuhan bahwa Mas Agus juga mendapatkan pekerjaan yang baik seturut kehendak Tuhan.

Semoga sukses juga buat Mas Agus.

GBU.

caiyoo mas wo, ooo begitu ceritanya, wah jadi orang tangerang nih kayak aku, axel di bawa dong ke tangerang he….he… GBU mas

@ Dear Sari,

Iya nih.
Axel kayaknya belum akan dibawa ke Tangerang.

GBU2

[...] Tuhan Beserta Kita Saya Harus Resign [...]

Tinggalkan Balasan


  • Emanuel Setio Dewo: @Mbak Citra, Terima kasih Mbak Citra atas dukungan & doanya. Iya nih, saya juga bingung update-nya karena kebanyakan. Hehehe... GBU & f
  • Citra Dewi: Oh inilah yg selama ini meresahkan mas Dewo. Syukurlah problem yg pertama telah teratasi dgn baik. Semoga yg lain2nya juga akan terselesaikan. Wah
  • Emanuel Setio Dewo: @Dear Freddy Lumbantoruan, Kami semua turut mendoakan kesembuhan Ibu Dengsima, semoga Tuhan Yesus berkenan menjamah ibu Dengsima sehingga dapat sem

Kategori

Arsip