Antara Aku dan Buaya

Nile Crocodile (diambil dari Wikipedia)Aku sangat terkejut mendengar (tepatnya membaca) Steve Irwin (Crocodile Hunter) meninggal. Aku sering menonton acaranya di TV dan sangat mengagumi keberaniannya. Rest in peace Steve, semoga arwahmu diterima Allah. Tetapi ceritaku kali ini bukan tentang Steve Irwin, bukan pula tentang group Ratu dengan lagunya “Buaya Darat”, tetapi tentang buaya. Betapa dahsyatnya binatang ini. Dipercaya buaya adalah binatang dari jaman purbakala yang mampu selamat dari seleksi alam dan mampu mempertahankan keturunannya sampai jaman ini. Melihat bentuknya yang mirip dinosaurus saja sudah bikin bergidik. Bayangkan saja rahang dan giginya yang luar biasa kuat dan tajam itu. Betapa mengerikan.

Lalu apa hubungannya buaya denganku? Nah, ini yang serem. Aku jadi teringat masa kecilku. Dahulu saat aku masih kecil, aku selalu dihantui mimpi tentang buaya. Mimpi itu dimulai mungkin saat umurku belum ada 5 tahun. Sering sekali mahluk mengerikan dan jelek itu hadir dalam mimpiku. Padahal seumur itu aku belum pernah melihat buaya dengan mata kepala sendiri di alam nyata, tetapi saat mimpi aku tahu bahwa aku dikejar oleh makhluk berbentuk buaya. Dan dengan bertambahnya umur barulah aku tahu bahwa aku dikejar oleh mahluk bernama buaya. Dalam mimpi seringkali buaya itu lebih dari 1 (satu). Pernah tampak banyak buaya yang berkumpul di pinggir sungai yang kulewati. Sereeeem deh.


Uniknya dalam setiap mimpi aku selalu dijaga dan ditolong seseorang. Seseorang itu mirip seorang nenek atau lebih tepatnya seseorang berumur. Tidak jelas jenis kelaminnya, tapi nampaknya seorang wanita tua. Nenek ini selalu ada di setiap mimpiku saat aku bertemu buaya. Saat aku masih kecil aku digendongnya. Dan ketika aku sudah beranjak besar aku digandengnya. Ketika kami lewat, sesekali buaya itu bersikap akan mengejar dan menerkam, tetapi seseorang itu selalu menjagaku dan membawaku pergi. Aku sendiri saat mimpi tidak tahu ada di alam mana, tetapi setiap tempat di sana terasa familiar. Anehnya saat aku bangun, aku tidak tahu dan tidak dapat mengira-ira dimana letak tempat itu berada dan tidak menjumpai tempat seperti itu di mana pun.

Mimpi itu terus berulang dan entah saat apa atau kapan mimpi itu hilang dan tidak muncul lagi. Mungkinkah mimpi itu hilang saat aku SD ketika menerima Sakramen Tobat, Komuni Pertama atau Penguatan (Krisma)? Kayaknya begitu. Belakangan, jauh setelah mimpi itu lenyap, ketika aku beranjak remaja, ibu bercerita bahwa saat aku masih bayi pernah kedapatan ditunggui seorang nenek. Saat itu ibu meninggalkan aku (bayi) yang sedang tertidur untuk keluar kamar sebentar. Dan ketika kembali ke kamar ibu menjumpai aku sedang ditunggui seorang nenek yang duduk di pinggir tempat tidur seolah menjagaku. Kontan saja ibu kaget dan takut. Maklum, saat itu hari telah malam dan tidak ada tamu seorang pun. Lagi pula ibu tidak mengenali sang nenek. Seketika ibu berlari mendapati papah dan mengajak papah menengokku. Ketika ibu dan papah ke kamar ternyata si nenek sudah tidak ada! Atau tidak nampak lagi ya?

Duh… ngeri ya? Tetapi ketika diceritain ibu tentang hal itu aku tidak merasa takut atau ngeri. Justru pikiranku melayang kembali mengingat setiap mimpiku tentang buaya. Setiap kali buaya itu hadir, sang nenek selalu ada menjaga dan menolongku. Dia menggendong atau menggandeng dan menuntunku ke tempat yang aman. Si nenek itu bagai seorang malaikat penjaga bagiku. Syukurlah aku tetap hidup dan tetap normal sampai hari ini. Akan seperti apakah aku saat ini jika saat kecil aku tidak dijaga sang nenek.

Terima kasih nenek sang malaikatku. Terima kasih dan puji syukur bagi Tuhan Allah yang telah memberiku penjaga yang baik dan setia.

5 responses to “Antara Aku dan Buaya

  1. hhiii….serem banget. Jangan-jangan kamu calon “buaya darat”…hehehe…
    Kalau waktu bayi malaikat penjaga seorang nenek, setelah dewasa siapa ya? Minta sama Tuhan aja ganti yang masih muda kayak Ratu..

  2. Setelah dewasa malaikatnya kamu.

    Salam.

  3. Saya percaya segala pengalaman hidup kita tuhan yang mengaturnya dan kalau saudara masih penasaran akan pengalaman saudara dimasa kecil mintalah kepada tuhan agar memberikan pengartiannya mungkin membuat saudara lebih dekat kepadaNYA *tapi jangan disebarkanluaskan hanya untuk pengalaman pribadi saja (karena mimpi adalah bunganya tidur bukan penglihatan)menurut pemahaman saya,terima kasih.

  4. jangan2 pak dewo dulunya buaya, trus yg ngejar2 itu ibu buaya. ‘nak .. nak … ini mami kangen nak … kok lari ??’
    buahahahaha… kidding pak ^^

  5. saya pun mengalami pekara yang sama juga. tapi ibu saya itu bisa mimpi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s