Kelahirannya Yang Sangat Tepat

Saat mengetahui kalau Sisi (istriku) hamil, kami menyambutnya dengan suka cita. Walau pun demikian, kami sama sekali belum tahu akan apa yang terjadi kemudian. Barulah saat kelahirannya, aku menyadari bahwa semuanya telah diatur oleh Tuhan dengan sangat indahnya.

Bermula dari perkiraan dokter yang masih belum menyakinkan. Bahkan dokter memperkirakan sekitar tanggal 6-10 Januari baru si kecil lahir. Tapi Tuhan memutuskan berbeda.

Tepatnya ketika aku berlibur Natal dan Tahun baru di Semarang. Aku pulang tanggal 24/12/2008. Saat itu belum ada tanda-tanda si kecil bakal lahir. Bahkan kami pun berupaya agar si kecil dapat segera lahir, terutama karena inilah momen yang paling tepat, yaitu saat aku ada di Semarang. Aku sendiri sudah memberikan indikasi kepada teman-teman bahwa si kecil bakal lahir antara tanggal 26 sampai 30 Desember.

Dan ternyata benar, si kecil lahir tanggal 30 Desember 2008. Proses kelahirannya normal dan termasuk cepat karena ketuban pecah jam 5:30 dan kemudian si kecil lahir jam 10:15. Padahal dokter memperkirakan si kecil akan lahir 6 jam setelahnya. Kami pun memberinya nama Bianca Angelica.

Sebenarnya aku harus jujur, terutama dalam masalah keuangan. Kelahirannya tepat dimana aku cukup mempunyai uang untuk kelahirannya. Aku mungkin tidak bisa menanggungnya jika aku mempunyai anak setahun sebelumnya, atau bahkan bila si kecil lahir sebulan sebelum Desember. Ya, kami cukup bersuka cita karena di bulan Desember ini kami memperoleh THR dan ada sedikit tabungan yang dapat menanggung semua biaya kelahiran termasuk untuk memperbaiki dan melengkapi semua sarana-prasarana di rumah untuk menunjang kegiatan rumah tangga, terutama bagi si kecil.

Apalagi ketika biaya persalinan ditanggung oleh perusahaan tempatku bekerja. Betapa bahagianya kami sekeluarga.

Tetapi kegembiraan itu sempat menjadi kekhawatiran ketika Bianca harus opname di RS Elisabeth karena sakit kuning selama 4 hari. Setelah itu pun harus menjalani beberapa tes laboratorium.

Aku yang sempat pulang ke Jakarta dengan hati bahagia harus segera pulang kembali ke Semarang dengan perasaan gundah gulana. Tetapi puji Tuhan bahwa aku cukup membawa uang untuk segala sesuatu di Semarang. Ini adalah pendapatan tak terduga yang sempat tertunda pelaksanaannya sejak Desember 2008. Rupanya Tuhan menunda pendapatan ini demi mempersiapkan pembiayaan berobat Bianca.

Aku jadi merasa kerdil ketika memaksakan diri membeli gadget demi memuaskan keegoanku di bulan Desember lalu karena merasa cukup memiliki uang. Padahal di kemudian hari banyak pengeluaran tak terduga yang menanti. Mungkin Tuhan sudah dapat membaca sifat & pikiranku sehingga Tuhan memutuskan dengan jalan yang berbeda yang rupanya sangat indah. Jauh lebih indah dari pada segala impianku. Dan Tuhan tidak ingin rencana indah-Nya gagal hanya karena kekerdilanku.

Puji Tuhan karena hasil tes laboratorium baik. Memang ada yang memprihatinkan, yaitu adanya virus Rubella & HSV di dalam tubuh Bianca. Tapi kata dokter dapat segera disembuhkan dengan obat-obatan. Tes OAE pun dilalui dengan baik, walau pun sempat membikin aku deg-degan.

Segala macam tes itu rasanya merupakan jawaban atas segala doa yang selalu kudaraskan, yaitu karena aku ingin memiliki anak yang normal tanpa kelainan. Maklum, kakaknya, yaitu Axel merupakan ABK (anak dengan kebutuhan khusus) karena autis. Seolah Tuhan menunjukkan padaku bahwa hasil tes Bianca baik. Dan aku diajak turut memperhatikan segala sesuatu, termasuk perkembangan Bianca dalam beberapa hari ini dengan mata-kepalaku sendiri.

Sampai suatu saat aku mengatakan pada Sisi bahwa: “Bianca normal. Kontak matanya bagus.”

Betapa bahagianya aku saat ini. Segala kekhawatiranku tentang apa yang terjadi pada Bianca saat ini segera sirna. Aku lebih mempercayai Tuhan dari pada segala bentuk kekhawatiranku saat ini. Aku pun segera memasrahkan penyelenggaraan kehidupan Bianca ke dalam tangan Tuhan. Seperti aku memasrahkan penyelenggaran Axel ke dalam tangan Tuhan, walau pun sempat terlambat kuserahkan. Lagi-lagi hanya karena kekerdilanku.

Tuhan, segala rancangan-Mu sungguh benar-benar indah. Aku merasa kerdil saat menyadari bahwa segala kekhawatiranku dan segala rencanaku semakin menyadarkanku bahwa rencana-Mu lah yang paling indah. Hanya rencana-Mu lah yang benar-benar akan terjadi. Bukan rencana manusiawiku.

Terima kasih Tuhan atas berkat & karunia yang telah Engkau berikan kepadaku dan keluargaku. Amin.

6 responses to “Kelahirannya Yang Sangat Tepat

  1. selamat Mas Dewo..
    Tuhan memberkati selalu

  2. @ Dear Coory Wulan,

    Terima kasih, Bu.
    Tuhan memberkati ibu & keluarga juga.

    Salam.

  3. mas dewo selamat ya… .

  4. @ Dear Mbak Ivie,

    Terima kasih.

    GBU

  5. sungguh menguatkan…… Rencana Tuhan yang indah…. Pax In Christi, Pak Dewo..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s