Mengapa Harus Kecewa? (Selamat Paskah)

Hatiku terkoyak-koyak dalam ketermenunganku. Rupanya di sana tercecer banyak sekali kekecewaan dan penyesalan. Tak kuasa rasanya aku membersihkan ceceran itu. Betapa banyak dan menyesakkan jiwa. Sesekali membersihkan, tapi kenapa ceceran itu datang dan datang lagi? Seolah tanpa berkesudahan menodai hatiku. Ingin rasanya berontak, tapi kepada siapa?

Dalam Misa Malam Paskah kemudian aku kembali termenung. Bukankah Yesus pun memiliki banyak peristiwa-peristiwa yang membuat-Nya kecewa? Ketika DIA mendapati bait Allah menjadi tempat berdagang; ketika DIA dikhianati oleh murid-Nya sendiri dengan menyerahkan-Nya kepada serdadu Romawi; ketika para murid-Nya melarikan diri saat Yesus ditangkap; ketika murid kesayangan-Nya menyangkal DIA; ketika para murid tidak mengenali-Nya saat kebangkitan-Nya; ketika murid-Nya tidak mempercayai bahwa DIA telah bangkit; dan tentu saja masih banyak lagi peristiwa-peristiwa yang patut membuat-Nya kecewa. Tetapi apakah Yesus kecewa?

Ternyata Yesus tidak kecewa. Betapa besar peristiwa yang telah dialami-Nya yang membuat-Nya sedih, tetapi itu semua tidak membuat-Nya kecewa. Malahan Yesus mengampuni para murid dan umat manusia betapa pun besarnya salah mereka. Hanya kata pengampunan yang terucap dari bibir-Nya. Pengampunan kudus yang keluar dari hati-Nya yang penuh belas kasih kepada manusia.

Tiada bandingnya apa yang kualami dengan apa yang telah Yesus alami.

Lalu mengapa aku harus kecewa? Rupanya aku harus banyak belajar dari Yesus Kristus, Sang Guru, Sang Tuhan-ku. Aku mulai menyadari bahwa peristiwa-peristiwa yang mengecewakan itu memang harus hadir dalam hatiku. Itu tidak hanya membuatku lebih kuat, tetapi membuat hatiku lebih besar, lebih lapang. Dan juga membuatku lebih berpikir dengan baik bahwa kita harus memandang segala sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda. Tuhan telah mengajarku untuk dapat memiliki hati yang besar, hati yang penuh kasih, seperti hati-Nya.

Terima kasih Tuhan, di Paskah ini Engkau telah mengajarku dengan baik.

Selamat Paskah bagi keluarga kecilku (Sisi, Axel & Kirana), orang tuaku & mertua tercinta, saudara-saudaraku terkasih, dan sahabat-sahabatku yang sangat kukasihi. Tuhan telah memilih kita untuk menjadi murid-Nya, bukan kita yang memilih-Nya.

One response to “Mengapa Harus Kecewa? (Selamat Paskah)

  1. iada bandingnya apa yang kualami dengan apa yang telah Yesus alami.
    ( adakah kamu sama darjat dgn tuhan mu? kalau begitu sungguh kecil tuhan mu yesus..)

    Tuhan mu manusia biasa? “seperti hati-Nya.”

    tenyata dari apa yang kamu katakan dan juga segala di documentarikan tuhan mu yesus hanya manusia biasa yang tiada apa kuasa… mengapa tidak kamu menyembah ibumu sahaja? ibumu juga manusia biasa.. ibumu yang mengajar kamu kecil hingga dewasa.. sia – sia sembahan kamu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s