Perkara-perkara Yang Harus Dihadapi

Rupanya sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Bukan karena tidak ada masalah atau curhat berkenaan dengan kasih & penyertaan Tuhan, tapi karena saya banyak mempertimbangkan apa yang akan saya tulis di sini. Maklum, sedikit banyak materinya sensitif. Namun rasanya saya harus tetap menuliskannya walau pun banyak hal yang tidak bisa saya ceritakan secara detail. Tapi intinya adalah bahwa Tuhan itu selalu menyertai kita senantiasa dan seringkali apa yang kita rencanakan tidak sejalan dengan rencana Tuhan. Dan kita harus sadar bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik.

Oke kita mulai.

Kepemimpinan saya di departemen bukanlah tanpa masalah. Dalam kurun waktu tersebut telah terjadi 2 perkara yang setidaknya sangat mengganggu, tidak hanya pikiran dan tenaga, tapi juga perasaan. Bahkan sangat mempengaruhi kelangsung hidup keluarga.

Perkara pertama adalah saat saya harus berbenturan dengan asisten saya, yang tidak hanya sebagai bawahan saya, tapi sudah lebih saya anggap sebagai sahabat. Namun rupanya asisten saya melakukan kecurangan dalam hal finansial. Dulu saya pernah mendengar selentingan mengenai hal itu dan saya pun telah menegur bahwa kita tidak seharusnya berlaku curang. Namun tanpa sepengetahuan saya, dia tetap melakukannya.

Puncaknya adalah ketika manajer keuangan menyelidiki kasus ini secara mendalam dan memperoleh pengakuan darinya. Saya pun tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menegakkan peraturan. Dan masalah kecurangan ini termasuk masalah besar walau pun nilai finansial yg digelapkan bisa jadi kecil saja.

Masalahnya adalah karena dia telah saya anggap sahabat. Hubungan kami baik adanya. Dan ada perasaan tidak tega ketika saya pun kemudian memutuskan bahwa hal ini tidak bisa dibiarkan dan sanksinya sangat berat, yaitu keluar dari perusahaan. Saya tahu bahwa hal ini akan sangat berat baginya & keluarganya.

Dengan berat hati akhirnya saya harus berbicara empat mata dengannya. Pilihannya adalah mengundurkan diri atau dikeluarkan tapi dengan catatan buruk karena harus melalui penyelidikan yang bisa saja melibatkan kepolisian. Sebelumnya memang ada kasus staf keuangan yang terlibat penggelapan dan harus berurusan dengan kepolisian.

Sebelum berbicara empat mata, selama beberapa hari saya pun berdoa dan mohon petunjuk dari Tuhan. Saya berdoa supaya Tuhan mau membantu saya dan juga asisten saya. Dan berharap supaya asisten saya itu mau memilih untuk mengundurkan diri dan masalah ini tidak jadi berkepanjangan. Soalnya kalau sampai berkepanjangan bisa jadi hubungan kami akan sangat buruk.

Maka perbincangan empat mata itu pun saya lakukan dengan penuh kehati-hatian supaya tidak menyinggung perasaannya. Syukurlah akhirnya dia menerima opsi yg terbaik, yaitu mengundurkan diri dengan baik-baik. Dan hubungan kami pun masih berlangsung dengan baik.

Terima kasih Tuhan.

~~~

Perkara kedua adalah ketika daku harus membuat sebuah program yang curang. Mungkin tidak perlulah saya jelaskan apa itu program yang curang. Tentu ini menjadi polemik dalam diri saya. Karena jika saya menolak, maka saya telah membangkang perintah atasan, bahkan owner dari perusahaan. Dan resikonya adalah pekerjaan dan karir saya di perusahaan.

Tetapi jika itu saya fasilitasi, maka saya melanggar peraturan negara. Dan ini bisa jadi masalah besar. Seandainya praktek ini terbongkar, maka bisa jadi jajaran manajemen, termasuk saya, harus berurusan dengan pihak berwajib dan hukum. Padahal jika sampai begitu, maka kita bakal memiliki track record yang buruk karena masuk black list. Dan bisa dipastikan bakal menjadi masa depan yang suram. Bisa jadi akan kesulitan untuk bekerja di mana-mana. Tahu sendiri kan kalau punya title “napi” (narapidana) bakal sulit melamar pekerjaan dimana-mana?

Dan kemudian saya pun memikirkan semua opsi tersebut termasuk dampaknya yg mungkin timbul. Juga berdiskusi dengan beberapa orang. Hasilnya sama, semua orang yang saya ajak diskusi selalu bilang kalau program curang itu tidak baik. Namun jika perintah atasan, ya mau ga mau harus dikerjakan, mungkin perlu membuat sebuah kesepakatan dengan pihak manajemen bahwa saya membuatnya karena perintah atasan. Namun kalau itu saya lakukan, maka hubungan saya dengan manajemen bakal menjadi buruk karena seolah-olah saya seenaknya bisa cuci tangan kalau ada masalah. Padahal ini termasuk ranah tanggung jawab & wewenang saya.

Saya pun terus berdoa, dan saya pun memutuskan untuk tidak akan memfasilitasi hal itu. Dan saya pun meminta kekuatan dan dukungan Tuhan terutama saat mengutarakan keputusan saya kepada manajemen.

Di sisi lain istri saya pun sangat khawatir akan masalah ini. Apalagi dia memikirkan kelangsungan hidup keseharian anak-anak kami. Tapi saya memberi pengertian bahwa jika saya memfasilitasi hal ini, jika kelak terbongkar, masalahnya akan jadi runyam. Bagaimana jika saya harus masuk penjara dan tentu saja tidak bisa bekerja dan memperoleh penghasilan. Dan kalau pun bebas, bisa saja saya bakal kesulitan memperoleh pekerjaan baru. Sangat jarang perusahaan yang mau mempekerjakan narapidana.

Dan kemarin pun saya mengutarakan keputusan tersebut. Saya harus mengutarakan dengan penuh kehati-hatian. Namun rupanya keputusan manajemen tidak bisa diganggu gugat, tidak ada pilihan, program tersebut harus dibuat. Maka saya pun menanyakan sanksi apa yang akan saya terima kalau saya tidak bersedia melakukannya. Namun saya belum memperoleh jawaban sanksinya apa.

Selama belum ada jawaban itu saya pun berdoa terus. Dan saya memohon kepada Tuhan, jikalau saya harus keluar, maka saya memohon untuk diberi pekerjaan baru. Dan jika memungkinkan pekerjaan yang saya dapat dari Tuhan lebih baik dari sekarang. Karena saya yakin kalau Tuhan memiliki rencana yang sangat baik, bagi kami umat-Nya.

Kemudian tadi pagi tiba-tiba adik ipar saya menelpon kalau ada perusahaan yang membutuhkan programer. Wah, saya cukup terkejut juga. Benarkah ini petunjuk dari Tuhan? Saya tidak bisa menilai apakah pekerjaan ini lebih baik atau tidak dari pada pekerjaan2 yang pernah saya jalani sebelumnya. Karena sebelumnya saya pernah menjabat jabatan manajer dan bahkan direktur. Dan kesempatan ini hanyalah sebagai programer. Tapi dalam sikon seperti ini, saya hanya bisa mencoba semua kesempatan yang diberikan. Dan saya pun terus berdoa agar memperoleh jalan keluar yang terbaik. Salah satu harapan saya adalah agar pihak manajemen bisa memahami dan menghargai keputusan saya dan tidak berdampak kepada karir saya di sini.

Namun semuanya itu masih menggantung sampai hari ini. Saya pun terus berdoa kepada Tuhan. Saya pun membutuhkan bantuan doa dari keluarga dan saudara-saudara. Hanya kepasrahan saya, yang terbaiklah yang terjadi.

Walau pun hari ini saya masih demotivasi, namun saya tetap memompa diri supaya bisa bekerja sebaik-baiknya dan tidak terpengaruh masalah yg sedang saya hadapi. Saya tahu bahwa Tuhan memiliki rencana yang baik bagi kami semua.

3 responses to “Perkara-perkara Yang Harus Dihadapi

  1. Oh inilah yg selama ini meresahkan mas Dewo. Syukurlah problem yg pertama telah teratasi dgn baik.
    Semoga yg lain2nya juga akan terselesaikan.
    Wah lama saya tdk mengunjungi dite mas dewo abis bingung seh saking banyaknya he..he..he

  2. emanuel setio dewo

    teruslah berjuang dlm kebaikan, tuhan kitapun rela demi kita. amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s