Kecilnya Kenaikan Gaji

Bulan Januari ini mungkin adalah bulan yang paling ditunggu oleh para karyawan seperusahaan kami. Soalnya pada akhir bulan Januari ini kami memperoleh kenaikan gaji. Dan besaran kenaikan gaji ini sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan di tahun sebelumnya.

Suatu saat saya berbincang dengan salah seorang karyawan yang merasa tidak puas dengan besaran kenaikan gajinya. Dia curhat bahwa sebenarnya dia sudah berusaha sebaik mungkin dalam bekerja. Namun kemudian dia kecewa karena ternyata kenaikan gajinya hanya 11%. Sedangkan dia merasa bahwa selama ini dia bekerja dengan sepenuh hati, tenaga dan waktu. Dia juga bercerita bahwa karyawan di divisi lain yang kerjanya tidak terlalu berat tapi kenaikannya ada yang 15% sampai 20%.

Saya sendiri tidak dapat berkata-kata. Karena saya pun mengalami hal yang sama. Bahkan saya lebih sedikit persentase kenaikannya dibanding dia.

Akhirnya saya hanya bisa mengajaknya untuk lebih tabah. Bahwa mungkin apa yang sudah kita kerjakan kurang mendapat apresiasi di mata atasan. Bahwa mungkin mereka tidak tahu bahwa sebenarnya kita punya andil besar dalam sukses perusahaan dan juga mendukung pekerjaan divisi lain.

Hanya saja seringkali nilai pekerjaan kita kurang mendapat tempat yang baik. Atau malah tidak nampak di mata mereka. Apalagi divisi kami bukanlah divisi yang menghasilkan uang, melainkan hanya divisi support.

Dan saya pun mengajak dia untuk tetap bersedia bekerja keras dan lebih keras lagi. Supaya apa yang kita kerjakan lebih dapat dihargai dan mendapat tempat yang layak. Walau pun saya tahu bahwa sebenarnya penilaian ini lebih cenderung subyektif yang bias dengan faktor like dan dislike.

Tapi saya tetap menekankan untuk tetap bekerja sebaik mungkin. Bahwa bekerja itu tidak hanya untuk perusahaan tapi juga untuk diri kita sendiri dan tentu saja keluarga. Dan yang terpenting adalah bahwa Tuhanlah yang menilai pekerjaan kita dengan adil.

~~~

Saya jadi teringat akan janji saya beberapa tahun yang silam, bahwa saya akan berusaha bekerja sebaik mungkin dan menganggap bahwa saya bekerja untuk Tuhan. Dan saya pun berjanji untuk bersedia di tempatkan di mana saja.

Jika demikian, maka seharusnya saya lebih giat lagi bekerja dan mengurangi segala keluhan. Apalagi keluhan ini hanya masalah uang yang tidak seberapa di mata Tuhan. Bukankah Tuhan itu Mahakaya?

Suatu sore di hari yang sama tetangga saya bilang bahwa air itu mengalir ke tempat yang rendah. Demikian pula dengan berkat Tuhan.

Saya jadi terpukul dengan segala kesombongan dan keegoan saya. Apa hak saya mengeluh dan menuntut kenaikan gaji yang besar? Seolah saya ini layak mendapatkannya. Seolah saya tidak percaya dan tidak bersyukur atas berkat, rahmat dan rejeki yang telah diberikan Tuhan kepada saya. Dan saya kok jadi meragukan kebesaran rencana Tuhan atas hidup saya. Bukankah Tuhan selalu memiliki rencana hebat dalam hidup kita?

Setelah mendapat rentetan cerita di atas, saya pun tersadar. Saya pun bisa menerima kenaikan gaji yang hanya seberapa itu. Karena saya percaya bahwa Tuhan Mahakaya. Bahwa berkat, rahmat dan rejeki Tuhan tercurah ke orang yang rendah hati, tulus, jujur dan yang berserah diri kepada Tuhan. Itu bukan janji dari Tuhan, tapi itu adalah hukum Tuhan, bahwa air itu mengalir ke tempat yang rendah.

Terima kasih Tuhan atas pelajaran & hikmat yang telah Kau berikan kepadaku.

One response to “Kecilnya Kenaikan Gaji

  1. Orang yang suka mencari-cari kesalahan agama lain mana ada yang bisa mendapat berkat Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s